Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Pemkab Kubu Raya Gelar Salat Istisqa Bersama Masyarakat

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 14:33 WIB
Suasana pelaksanaan salat istisqa yang digelar Pemkab Kubu Raya di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (9/9) sebagai ikhtiar menghadapi kemarau panjang. (ASHRI ISNAINI/PONTIANAK POST)
Suasana pelaksanaan salat istisqa yang digelar Pemkab Kubu Raya di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (9/9) sebagai ikhtiar menghadapi kemarau panjang. (ASHRI ISNAINI/PONTIANAK POST)

PONTIANKA POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya menggelar salat istisqa di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (9/9). Salat untuk memohon turunnya hujan tersebut diikuti jajaran aparatur sipil negara (ASN), masyarakat sekitar, tokoh agama, ulama, serta perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kubu Raya.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengatakan, pelaksanaan salat istisqa merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah bersama masyarakat dalam menghadapi kemarau panjang dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. “Alhamdulillah, pada pagi hari ini kami di halaman kantor bupati bisa melaksanakan salat istisqa sebagai bentuk upaya, usaha, dan ikhtiar kami,” kata Sujiwo seusai mengikuti pelaksanaan salat istisqa.

Dia menyampaikan apresiasi kepada para kiai dan ulama yang turut memimpin serta mengikuti salat istisqa. Menurutnya, dalam kondisi bencana kekeringan seperti saat ini, selain berbagai upaya teknis yang dilakukan pemerintah, masyarakat juga perlu memperbanyak doa dan bermunajat kepada Allah SWT.

Baca Juga: Kemarau Kubu Raya Diprediksi hingga Oktober, Status Tanggap Darurat Kembali Diperpanjang

Sujiwo menegaskan, hujan yang sempat turun dalam beberapa waktu terakhir di Kubu Raya merupakan hasil dari operasi modifikasi cuaca (OMC). Namun, dia meyakini turunnya hujan tetap tidak terlepas dari kehendak Allah SWT.

“Walaupun OMC dilakukan dengan rekayasa dan modifikasi, kalau Allah tidak mengizinkan, hujan juga tidak akan menetes. Karena Allah berkehendak, akhirnya hujan turun dan cukup meredakan,” ujarnya.

Menurut Sujiwo, pemerintah tidak boleh menyerah menghadapi kondisi kemarau panjang saat ini. Dia menyebut jajaran TNI, Polri, relawan, pihak swasta, serta pemerintah daerah telah lebih dari dua bulan berjibaku menangani dampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Memang cukup melelahkan. Kasihan juga teman-teman TNI, Polri, relawan, swasta, kemudian pemerintah. Semuanya sudah lebih dari dua bulan berjibaku siang dan malam,” ungkapnya.

Baca Juga: 300 Ribu Liter Air Minum Disalurkan ke Kubu Raya, Warga Diminta Tak Perlu Panik

Dia pun kembali mengajak seluruh masyarakat Kubu Raya untuk terus berdoa agar hujan segera turun dan mengakhiri kondisi kekeringan yang telah berlangsung cukup panjang.

“Mohon doanya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya agar kiranya Allahsubhanahu wata'ala segera menurunkan hujan untuk menolong kita,” pungkas Sujiwo. (ash)

Editor : Miftahul Khair
kekeringan karhutla kalbar Salat Istisqa Pemkab Kubu Raya Operasi Modifikasi Cuaca