Lahan Karhutla 60 Hektare di Kubu Raya Masih Didinginkan, Tim Temukan Bekas Pengolahan Kayu

Uray Ronald • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 17:19 WIB
Tim gabungan terus melakukan pendinginan di area bekas karhutla di lahan sengketa antara PT SJP dan PT ICHIKO, Desa Terentang Hulu, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (9/9). (Humas Polri)
Tim gabungan terus melakukan pendinginan di area bekas karhutla di lahan sengketa antara PT SJP dan PT ICHIKO, Desa Terentang Hulu, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (9/9). (Humas Polri)

 

PONTIANAK POST – Tim gabungan masih melakukan pendinginan di area bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Terentang Hulu, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Kebakaran terjadi di lahan sengketa antara PT SJP dan PT ICHIKO sejak 5 September 2026 itu diperkirakan mencapai 60 hektare.

Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas masih menemukan kepulan asap cukup tebal di sejumlah titik pada Rabu (9/9).

Pendinginan Karhutla Kubu Raya Libatkan Puluhan Personel

Pendinginan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan melibatkan puluhan personel gabungan. Mereka berasal dari Polsek Terentang, Polsek Kubu, Koramil Terentang, Manggala Agni, serta tim pemadam PT SJP dan PT ICHIKO.

Petugas tidak hanya menyiram area yang terbakar, tetapi juga menyisir lahan untuk memastikan tidak ada bara yang masih menyala.

Langkah tersebut penting karena sebagian area merupakan lahan gambut yang masih berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.

Baca Juga: TNI Semprot Bios 44 di Lahan Gambut Kubu Raya untuk Cegah Karhutla

Tim Gunakan Ekskavator dan Mobil Tangki

Dalam proses pendinginan, petugas menggunakan mesin Robin, mobil tangki, serta dua unit ekskavator PC200.

Sumber air untuk pemadaman berasal dari sekat kanal yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kebakaran.

Jarak sumber air tersebut membuat proses pemadaman dan pendinginan membutuhkan waktu serta upaya tambahan.

Selain itu, kondisi medan juga menjadi tantangan karena terdapat angin cukup kuat dan vegetasi yang lebat.

Karakteristik lahan gambut juga membuat api berpotensi kembali membesar dan merambat ke area yang belum terbakar.

Vegetasi dan Lahan Gambut Terbakar

Berdasarkan pemantauan petugas, area terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 60 hektare. Vegetasi yang terbakar meliputi pohon, pakis, semak belukar, lahan gambut, dan lahan kosong.

Tim gabungan masih menempatkan personel di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Tim pemadam dari PT SJP/BPG dan PT ICHIKO juga disiagakan hingga kondisi lokasi benar-benar dinyatakan aman.

Baca Juga: Hujan Belum Mampu Usir Kabut Asap, Kualitas Udara Pontianak-Kubu Raya Masih Berbahaya

Petugas Temukan Bekas Pengolahan Kayu

Dalam penanganan karhutla, petugas menemukan aktivitas berupa bekas pengolahan kayu di sekitar lokasi kebakaran.

Temuan tersebut menjadi perhatian dan perlu didalami untuk mengetahui keterkaitannya dengan peristiwa karhutla.

Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah aktivitas tersebut memiliki hubungan dengan munculnya kebakaran.

Unsur Reskrim juga didorong melakukan penyelidikan, termasuk menelusuri asal-usul kayu dan aktivitas yang berlangsung di lokasi.

Data Hotspot Berbeda dengan Lokasi Kebakaran

Petugas juga menemukan perbedaan antara informasi titik panas pada aplikasi pemantauan dan hasil pengecekan langsung di lapangan.

Pada aplikasi Lancang Kuning dan SiPongi, hotspot tercatat berada di wilayah Desa Kubu, Kecamatan Kubu.

Namun, hasil pengecekan lapangan menunjukkan lokasi kebakaran berada di Desa Terentang Hulu, Kecamatan Terentang.

Perbedaan tersebut membuat personel Polsek Kubu dan Polsek Terentang bersama unsur terkait terlibat dalam penanganan.

Secara umum, hotspot merupakan indikator anomali suhu permukaan dari pemantauan satelit dan tetap perlu diverifikasi di lapangan sebelum disimpulkan sebagai kebakaran.

Kementerian Kehutanan juga menekankan pentingnya pemantauan dan pengecekan lapangan dalam pengendalian karhutla.

Baca Juga: Titik Panas Fluktuatif, Menhut Minta Pemadaman dan Pendinginan Karhutla Kalbar Diperkuat

Pendinginan Masih Dilanjutkan

Hingga Rabu siang, petugas masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik. Mesin pompa, mobil tangki, dan alat berat dikerahkan untuk memastikan bara di lahan gambut benar-benar padam.

Tim gabungan tetap bersiaga sebagai langkah antisipasi apabila kembali muncul titik api.

Penanganan tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus memastikan area yang telah terbakar aman dari potensi api susulan.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Humas Polri
Karhutla Kubu Raya Kebakaran lahan Kubu Raya pendinginan karhutla karhutla Terentang Hulu karhutla kalbar