PONTIANAK POST - Persoalan air bersih dan air minum semakin terasa di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Kubu Raya. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mencatat sedikitnya 570 ribu liter air telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak kekeringan hingga Rabu (9/9).
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan, distribusi air tersebut telah memasuki hari ketujuh. Pemkab bersama TNI, Polri, PMI, BPBD, balai terkait, dan pihak swasta terus mengerahkan armada tangki untuk menjangkau wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
“Sekarang ditambah lagi dengan persoalan air minum dan air bersih. Di titik-titik hampir merata masyarakat sudah kebingungan air minum. Kalau pun ada, galon itu antre. Harganya juga mahal, bahkan langka,” kata Sujiwo.
Baca Juga: Tagihan Kemarau Kalbar -3-; Saat Air Bersih Menjadi Barang Mahal
Khusus Rabu (9/9), Pemkab Kubu Raya kembali menyalurkan hampir 80 ribu liter air. Distribusi dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat. Sujiwo mengatakan pemerintah daerah juga terus mencari sumber air baru untuk menjaga kesinambungan distribusi, terutama jika kemarau masih berlangsung cukup panjang.
“Saya hari ini akan hunting lagi, keliling lagi untuk mencari sumber air minum,” ujarnya.
Dia memperkirakan ketersediaan air untuk kebutuhan distribusi saat ini masih relatif aman hingga sekitar satu minggu atau maksimal 10 hari ke depan. Namun, kondisi tersebut dapat berubah apabila kekeringan terus berlanjut dan sumber air baku semakin terbatas.
Karena itu, Pemkab Kubu Raya mulai menyiapkan langkah antisipasi dengan mengoptimalkan sumber air yang ada serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak.
Baca Juga: Atasi Krisis Air Bersih, Polsek Jangkang-Sanggau Bangun Sumur Bor untuk Warga
Keterbatasan armada tangki diatasi melalui kolaborasi dengan TNI, Polri, PMI, BPBD, balai terkait, dan pihak swasta.
“Ini kolaborasi yang sangat luar biasa. Mobil-mobil tangki semuanya bergerak, dari teman-teman TNI, Polri, PMI, balai, kemudian BPBD,” jelasnya.
Sujiwo juga menyampaikan apresiasi kepada PT Alas Kusuma yang turut membantu penyediaan air bagi masyarakat. Di sisi lain, kapasitas produksi salah satu sumber air yang selama ini membantu memenuhi kebutuhan masyarakat mencapai sekitar 100 ribu liter per hari. Namun, produksi tersebut mulai mengalami penurunan seiring berlanjutnya kondisi kemarau.
Pemkab Kubu Raya akan membahas persoalan tersebut bersama pihak terkait untuk mencari solusi agar kapasitas produksi dan distribusi dapat kembali dioptimalkan.
“Saya akan bertemu hari ini secara khusus untuk diskusi bagaimana memaksimalkan,” katanya.
Untuk air yang diperuntukkan sebagai air minum, Sujiwo mengingatkan masyarakat tetap melakukan pengolahan sebelum dikonsumsi. Air yang telah melalui proses treatment tetap perlu direbus terlebih dahulu.
Baca Juga: Tagihan Kemarau Kalbar -1- ; Karhutla Bakar Rp5,7 Triliun Ekonomi Kalbar
Sujiwo meminta masyarakat tidak panik menghadapi persoalan ketersediaan air. Pemerintah bersama TNI, Polri, relawan, pihak swasta, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kita harus tenang. Jangan panik. Yakinlah kami, TNI, Polri, dan semua pihak akan terus berjuang semaksimal mungkin siang dan malam,” tegasnya.
Dia pun mengajak masyarakat bersama-sama berdoa agar hujan segera turun sehingga tekanan terhadap ketersediaan air bersih dapat berkurang.
“Mohon doanya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya agar kiranya Allah segera menurunkan hujan untuk menolong kita,” pungkasnya.(ash)
Editor : Miftahul Khair