60 Persen Fokus Pemkab Kubu Raya Terserap Atasi Kekeringan, Urusan Warga Tetap Berjalan

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 12:03 WIB
Bupati Kubu Raya Sujiwo.
Bupati Kubu Raya Sujiwo.

PONTIANAK POST - Sekitar 60 persen fokus Pemerintah Kabupaten Kubu Raya saat ini terserap untuk menangani dampak kekeringan akibat kemarau panjang. Kondisi tersebut turut menghambat pelaksanaan agenda pembangunan, pemerintahan, dan pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan, 40 persen fokus pemerintah daerah lainnya digunakan untuk menjalankan berbagai urusan pemerintahan dan kebutuhan masyarakat.

“Kita 60 persen fokus di masalah bencana kekeringan dan 40 persennya baru ngurus yang lainnya, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, perikanan, pertanian, dan sebagainya,” kata Sujiwo seusai mengikuti salat Istisqa di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (9/9).

Baca Juga: Tangani Dampak Kekeringan, Polsek Meliau Tuntaskan Pembangunan Sumur Bor 28 Meter di Bhakti Jaya

Menurut Sujiwo, kondisi tersebut cukup menghambat pelaksanaan berbagai agenda pembangunan, pemerintahan, dan kemasyarakatan. Sebab, pemerintah daerah tetap memiliki banyak persoalan lain yang harus ditangani di luar bencana kekeringan.

“Ini cukup menghambat. Karena kan enggak mungkin kita ini hanya mau ngurus ini terus. Sementara urusan rakyat ini banyak, macam-macam,” ujarnya.

Sujiwo mengatakan masyarakat tetap membutuhkan kehadiran pemerintah untuk menangani berbagai persoalan. Namun, dalam situasi darurat seperti saat ini, penanganan karhutla dan krisis air bersih juga tidak dapat ditinggalkan.

Karena itu, dia meminta seluruh pihak tidak saling menyalahkan dalam menghadapi kondisi tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, petugas, relawan, pihak swasta, dan berbagai elemen masyarakat telah berupaya menangani dampak kemarau.

Baca Juga: Kunjungan ISPA dan Diare di Pontianak Meningkat, Kabut Asap hingga Air Bersih Disorot

“Bukan waktunya lagi untuk saling menyalahkan dan memojokkan. Kalau upaya pemerintah bersama TNI, Polri, rasanya sudah maksimal sekali. Sama pihak-pihak swasta juga luar biasa,” tuturnya.

Sujiwo menilai kesabaran menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kondisi sulit tersebut. Dia mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak panik menghadapi dampak kekeringan.

Di tengah persoalan kekeringan, Sujiwo mengakui kebutuhan air minum menjadi salah satu kekhawatiran terbesar masyarakat. Kendati demikian, dia memastikan pasokan air minum untuk masyarakat masih relatif aman untuk beberapa waktu ke depan.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus melakukan berbagai upaya hingga hujan turun dan kondisi kembali normal. Distribusi air bersih, pencarian sumber air, pengerahan armada, hingga doa bersama dilakukan secara bersamaan untuk menghadapi dampak kemarau.

“Kita tidak akan berhenti bergerak sampai hujan benar-benar turun dan kondisi kembali normal,” kata Sujiwo.

Setelah berbagai ikhtiar teknis dilakukan, Sujiwo mengajak masyarakat Kubu Raya terus berdoa agar hujan segera turun. (ash)

Editor : Miftahul Khair
kekeringan sujiwo karhutla Air Bersih kubu raya