Diare di Kubu Raya Meningkat, 363 Kasus dalam 8 Hari, Warga Diminta Waspadai Air Bersih, Dinkes Soro

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 12:24 WIB
Wan Iwansyah
Wan Iwansyah

PONTIANAK POST – Dinas Kesehatan Kubu Raya mencatat 363 kasus diare sepanjang 1 hingga 8 September. Jumlah kasus tersebut cenderung meningkat dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Wan Iwansyah, mengatakan sepanjang Agustus terdapat sekitar 986 kasus diare (rata-rata 32 kasus per hari). Sementara itu, sejak 1 hingga 8 September tercatat 363 kasus (rata-rata 45 kasus per hari).

“Pada bulan September ini dari tanggal 1 hingga tanggal 8 ada 363 kasus. Kami memantau ini setiap hari,” kata Wan Iwansyah kepada Pontianak Post, Kamis (10/9) di Sungai Raya.

Baca Juga: Kunjungan ISPA dan Diare di Pontianak Meningkat, Kabut Asap hingga Air Bersih Disorot

Menurutnya, kecenderungan peningkatan kasus diare pada September ini terkait dengan keterbatasan sumber air bersih yang dialami warga.

“Memang ada kecenderungan di bulan September akan terjadi peningkatan kasus diare. Ini tidak bisa dipisahkan dari situasi dan kondisi yang kita hadapi saat ini. Pertama adalah kurangnya sumber air bersih,” ujarnya.

Wan Iwansyah mengatakan pemerintah daerah telah berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Namun, masyarakat tetap diminta memperhatikan dan menjaga kualitas air yang dikonsumsi untuk mencegah munculnya penyakit, termasuk diare.

Salah satu langkah yang dianjurkannya adalah merebus air sebelum digunakan untuk konsumsi. Air perlu dipanaskan atau dimasak hingga mendidih dan dipertahankan selama satu menit setelah mendidih sebelum digunakan.

Baca Juga: Kunjungan ISPA dan Diare di Pontianak Meningkat, Kabut Asap hingga Air Bersih Disorot

“Pertama, saat akan mengonsumsi air bersih, air harus direbus terlebih dahulu. Caranya, rebus hingga mendidih, lalu diamkan selama satu menit setelah mendidih, barulah air aman digunakan,” jelasnya.

Wan Iwansyah juga mengingatkan masyarakat agar memberikan perhatian lebih kepada bayi dan balita. Kelompok tersebut dinilai lebih sensitif terhadap kondisi diare yang dapat menyebabkan dehidrasi dan berdampak terhadap asupan nutrisi.

“Terutama berhati-hatilah dengan bayi dan balita. Karena mereka sangat sensitif dan jika terjadi diare, dehidrasi akan terjadi dan itu juga akan memengaruhi asupan nutrisi bayi dan balita,” katanya.

Baca Juga: Jangan Panik, Begini Cara Aman Menangani Diare pada Anak di Rumah

Selain menjaga keamanan air untuk konsumsi, masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air bersih. Penghematan terutama perlu dilakukan untuk memastikan kebutuhan air minum tetap terpenuhi di tengah keterbatasan sumber air.

“Yang ketiga, di saat seperti saat ini tentu saja hematlah dalam penggunaan air bersih, terutama untuk air minum,” pungkas Wan Iwansyah. (ash)

 

Editor : Miftahul Khair
kasus diare kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan Kubu Raya Air Bersih kubu raya