PONTIANAK POST - Polres Kubu Raya menguji penggunaan cairan pemadam X-Fire untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan kebakaran. Pengujian dilakukan untuk melihat efektivitas formula tersebut dalam mempercepat pemadaman dan pendinginan, terutama di lahan gambut.
Uji coba dilakukan Tim Ops Aman Nusa II Polres Kubu Raya di empat kecamatan yang dinilai rawan karhutla, yakni Sungai Raya, Rasau Jaya, Sungai Ambawang, dan Sungai Kakap.
Penggunaan X-Fire menjadi bagian dari uji coba taktis Polri untuk mencari metode pemadaman yang sesuai dengan karakteristik lahan gambut. Medan gambut memiliki tantangan tersendiri karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan meski api di permukaan telah berhasil dipadamkan.
Baca Juga: Karhutla Singkawang Masuk Hari ke-25, 36,5 Hektare Lahan Gambut Masih Keluarkan Asap
Kapolres Kubu Raya, AKBP Rensa Sastika Aktadivia Robinson, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengatakan uji coba dilakukan untuk mengukur kemampuan X-Fire dalam membantu proses pemadaman dan pendinginan, sekaligus mengantisipasi munculnya kembali titik panas.
“Uji coba ini untuk melihat efektivitasnya dalam mempercepat pemadaman, pendinginan, serta mengurangi potensi munculnya kembali titik panas,” kata Ade, Senin (14/9) di Sungai Raya.
Dalam uji coba tersebut, sebanyak 1.000 liter campuran digunakan dengan komposisi 200 liter cairan X-Fire dan 800 liter air. Formula dengan perbandingan 1:10 itu diuji untuk melihat kemampuan membasahi dan menembus lapisan gambut.
Pengujian tidak hanya difokuskan pada pemadaman api di permukaan. Tim juga melihat proses cooling down untuk memastikan suhu dan titik panas yang masih tersisa dapat ditekan sehingga bara di dalam lapisan gambut tidak kembali memicu kebakaran.
Baca Juga: Beratnya Padamkan Karhutla di Bukit Semau: Harus Mendaki, Sulit Air, Tim Padamkan Api dengan Ranting
Menurut Ade, pengujian di sejumlah lokasi dengan karakteristik lahan berbeda diperlukan untuk mendapatkan gambaran mengenai penerapan formula tersebut di lapangan. Hasil uji coba, kata dia, nantinya dapat menjadi bahan evaluasi dalam menentukan metode penanganan karhutla yang lebih efektif dan efisien.
Formula X-Fire yang diuji disebut berbahan dasar CPO dan tepung tapioka. Selain untuk proses pemadaman dan pendinginan, penggunaannya juga diuji terhadap kemampuan menekan asap yang muncul dari pembakaran material gambut.(ash)
Editor : Miftahul Khair