PONTIANAK POST – Polres Kubu Raya mendistribusikan 8.000 liter air bersih setiap hari kepada masyarakat terdampak kekeringan. Distribusi dilakukan menggunakan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) berkapasitas 6.000 liter dan satu kendaraan berkapasitas 2.000 liter.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa Sastika Aktadivia Robinson mengatakan penanganan dampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, TNI, dan sejumlah instansi terkait.
Menurut dia, kondisi kekeringan membuat sebagian masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Karena itu, kepolisian ikut mengambil peran dengan menyalurkan air secara rutin kepada warga terdampak.
Baca Juga: Kayong Utara Siapkan Rp20 Miliar untuk Karhutla, Pengadaan Mesin Pompa Masih Terkendala
“Polres Kubu Raya hingga saat ini terus turut melakukan berbagai kegiatan dalam penanganan karhutla dan bekerja sama dengan Kodim, Pemkab Kubu Raya dan sejumlah instansi lainnya,” kata Rensa, Selasa (15/9) di Sungai Raya.
Dia menjelaskan, Polres Kubu Raya mengerahkan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) berkapasitas 6.000 liter untuk mendistribusikan air bersih. Sumber air untuk kendaraan tersebut berasal dari waduk milik PT Alas Kusuma.
Selain itu, kepolisian mengoperasikan kendaraan berkapasitas 2.000 liter untuk mendukung pendistribusian air kepada masyarakat.
“Jadi total ada 8.000 liter yang kami distribusikan setiap harinya,” ujarnya.
Baca Juga: Kubu Raya Siapkan Enam Unit Pengolahan Air Hadapi Kekeringan, Cadangan Air Baku Dipastikan Cukup
Rensa mengatakan distribusi air bersih tersebut akan terus dilakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Di sisi lain, dia mengimbau masyarakat Kubu Raya tetap tenang dan tidak panik menghadapi kondisi kekeringan dan karhutla. Menurutnya, pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah melakukan langkah mitigasi untuk menghadapi bencana tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat khususnya di Kubu Raya agar tetap aman dan tenang, jangan khawatir karena bupati dan Forkopimda sudah melakukan mitigasi risiko terhadap bencana kekeringan dan karhutla yang ada saat ini,” katanya.
Rensa juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Selain berpotensi memicu dan memperluas karhutla, pembakaran lahan dapat memperburuk kualitas udara yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
“Kami mengimbau agar tidak melakukan pembakaran di lahan dan areal sekitarnya karena itu dapat membahayakan dan memperparah kondisi udara kita,” tegasnya. (ash)
Editor : Miftahul Khair