Wajah Baru Pintu Masuk Kalbar! Pemkab Kubu Raya Bersiap Tata Bundaran Supadio hingga Masjid Agung

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 10:54 WIB
Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto memimpin rapat tindak lanjut permohonan penggunaan aset PT Angkasa Pura Indonesia serta penataan kawasan dan pengelolaan perparkiran di Dermaraja di Ruang Rapat Bupati Kubu Raya, Rabu (16/9).
Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto memimpin rapat tindak lanjut permohonan penggunaan aset PT Angkasa Pura Indonesia serta penataan kawasan dan pengelolaan perparkiran di Dermaraja di Ruang Rapat Bupati Kubu Raya, Rabu (16/9).

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memantapkan rencana penataan akses dari Bundaran Supadio menuju Masjid Agung Awaluddin Kubu Raya. Pemkab kini memastikan status aset, legalitas lahan, serta bentuk kerja sama dengan PT Angkasa Pura Indonesia sebelum rencana tersebut direalisasikan.

Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto mengatakan setiap rencana pemanfaatan aset harus diawali dengan kepastian status kepemilikan dan aspek hukum. Pemerintah daerah perlu memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Kita harus sama-sama mengikuti SOP dan aturan yang berlaku. Jangan sampai dalam perencanaan pemerintah daerah ada hal-hal yang kemudian dianggap melanggar hukum,” tegas Sukiryanto, Rabu (16/9), usai memimpin rapat tindak lanjut permohonan penggunaan aset PT Angkasa Pura Indonesia serta penataan kawasan dan pengelolaan perparkiran di Dermaraja di Ruang Rapat Bupati Kubu Raya.

Baca Juga: Bandara Supadio Lumpuh! 30 Penerbangan Kembali Batal Akibat Kabut Asap, 2 Pesawat Balik Arah

Sukiryanto berharap PT Angkasa Pura Indonesia membuka ruang kerja sama untuk mendukung penataan kawasan tersebut. Rencana yang dibahas antara lain pembangunan pedestrian dari kawasan polda hingga bundaran serta pembenahan bundaran yang berada di atas aset Angkasa Pura.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu wajah Kabupaten Kubu Raya sekaligus pintu masuk Kalimantan Barat bagi masyarakat yang datang melalui jalur udara.

“Ini kepentingan Kabupaten Kubu Raya. Bundaran itu nuansanya Angkasa Pura, tetapi juga menjadi muka Kubu Raya dan Kalimantan Barat. Karena itu, kita berharap ada kerja sama untuk penataan kawasan dan akses jalan,” ujarnya.

Pemkab, lanjut Sukiryanto, terbuka membahas kompensasi maupun bentuk kerja sama dengan pihak Angkasa Pura sepanjang dilaksanakan sesuai ketentuan. Pemerintah daerah juga akan mengkaji status sejumlah bidang tanah yang belum jelas kepemilikannya, khususnya pada akses menuju kawasan masjid.

Baca Juga: Ketapang dan Kubu Raya Jadi Titik Rawan Karhutla, Empat Instruksi Menko Polkam Diterapkan

Sekretaris Daerah Kubu Raya Yusran Anizam menekankan agar rencana penataan akses tidak mengganggu master plan Angkasa Pura. Salah satu usulan yang dibahas yakni pemanfaatan akses jalan selebar 17,5 meter dengan panjang sekitar 170 meter.

Menurutnya, penataan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kepentingan pemerintah daerah. Kawasan itu juga menyangkut kepentingan masyarakat serta wajah Kubu Raya dan Kalbar.

Dalam rapat tersebut disampaikan pula bahwa rencana penataan kawasan menuju bundaran telah mendapat perhatian di tingkat pusat. Ketua Komisi V DPR RI Lasarus disebut telah mendorong penataan kawasan tersebut dan menyiapkan dukungan anggaran yang direncanakan mulai tahun depan.

Pelaksanaan penataan tersebut direncanakan dilakukan secara bertahap selama kurang lebih tiga tahun.(ash)

Editor : Miftahul Khair
Bundaran Supadio Masjid Agung Awaluddin angkasa pura Infrastruktur Kalbar kubu raya