Asap Masih Kepul di Arang Limbung Kubu Raya, Petugas Bongkar Rahasia Padamkan Bara di Bawah Tanah

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 11:31 WIB
Petugas menyisir lokasi sumber kepulan asap dan menggunakan nozel suntik gambut untuk menjangkau bara yang berada di lapisan bawah gambut.
Petugas menyisir lokasi sumber kepulan asap dan menggunakan nozel suntik gambut untuk menjangkau bara yang berada di lapisan bawah gambut.

PONTIANAK POST - Curah hujan yang sempat terjadi sekitar dua jam pada Selasa (15/9) belum sepenuhnya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kubu Raya. Sehari setelah hujan, kepulan asap masih muncul di Jalan Madu Sari, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya.

Kondisi itu membuat Satgas Operasi Aman Nusa II Karhutla Kapuas 2026 kembali menyisir lokasi yang menjadi sumber kepulan asap. Petugas tidak hanya melakukan pemadaman di permukaan, tetapi juga menyasar bara yang masih bertahan di lapisan gambut.

Untuk menjangkau bara di bawah permukaan tanah, petugas menggunakan Nozel Suntik Gambut atau peat injector. Alat berbentuk pipa tajam menyerupai tombak tersebut ditancapkan langsung ke tanah gambut. Selanjutnya, petugas menginjeksikan cairan X-Fire ke area yang diduga masih menyimpan bara.

Baca Juga: Kayong Utara Kembali Gelar Salat Istisqa, Ikhtiar Minta Hujan di Tengah Kekeringan dan Karhutla

Kapolres Kubu Raya, AKBP Rensa Sastika Aktadivia Robinson melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade mengatakan, hujan tidak selalu membuat kebakaran pada lahan gambut benar-benar padam. Karena itu, petugas tetap melakukan patroli untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memunculkan asap.

“Meski kemarin hujan turun kurang lebih dua jam, hari ini masih ditemukan kepulan asap. Tim kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan dengan Nozel Suntik Gambut serta cairan X-Fire,” kata Ade, Rabu (16/9) di Sungai Raya.

Menurut Ade, metode tersebut digunakan untuk menjangkau sumber panas yang tidak terlihat dari permukaan. Nozel ditancapkan ke lapisan gambut sehingga cairan dapat diarahkan langsung ke bagian tanah yang masih menyimpan bara.

Penggunaan Nozel Suntik Gambut dipadukan dengan cairan X-Fire. Cairan tersebut diinjeksikan ke dalam lapisan tanah untuk membantu proses pendinginan bara sehingga penanganan tidak hanya berfokus pada asap atau titik panas yang terlihat di permukaan.

Baca Juga: Kapolres Ketapang Naik Helikopter BNPB Pantau Karhutla, Titik Api Jadi Perhatian

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Satgas Ops Aman Nusa II Karhutla Kapuas 2026 memastikan lokasi yang telah terbakar benar-benar dalam kondisi aman. “Petugas juga mengantisipasi bara di bawah permukaan kembali berkembang menjadi titik api,” tutupnya. (ash)

Editor : Miftahul Khair
Karhutla Kubu Raya Satgas Aman Nusa II cairan X-Fire Nozel Suntik Gambut ARANG LIMBUNG