PONTIANAK POST — Upaya mencegah rabies diperkuat Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui vaksinasi gratis bagi hewan peliharaan masyarakat. Pada tahap awal, sebanyak 50 anjing, kucing, dan hewan peliharaan lainnya menjadi target vaksinasi.
Pelayanan tersebut digelar Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Kubu Raya dalam rangka Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 di halaman Kantor Disbunnak, Kamis (17/9/2026).
Vaksinasi mendapat dukungan tenaga dokter hewan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat. Masyarakat dapat membawa hewan peliharaannya untuk mendapatkan vaksinasi rabies secara gratis.
Medik Veteriner Disbunnak Kubu Raya, drh. Juli Yanti, mengatakan vaksinasi menjadi bagian penting dalam pencegahan rabies karena penyakit tersebut dapat menular dari hewan kepada manusia.
“Rabies merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular kepada manusia. Kalau sudah terkena manusia, dampaknya sangat berbahaya dan tingkat kematiannya tinggi. Karena itu, salah satu upaya pencegahan dan pengendaliannya adalah melalui vaksinasi,” jelas Juli.
Target 50 Hewan Bisa Bertambah
Juli mengatakan, target awal vaksinasi pada kegiatan tersebut sebanyak 50 hewan. Namun, jumlah tersebut dapat bertambah apabila masyarakat yang membawa hewan peliharaannya melebihi target yang telah ditetapkan.
Pelayanan vaksinasi juga tidak berhenti di lokasi kegiatan. Disbunnak bersama pemerintah desa akan menjadwalkan vaksinasi secara door to door di desa-desa yang memiliki populasi anjing, kucing, maupun hewan peliharaan lainnya cukup tinggi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan vaksinasi rabies kepada hewan peliharaan masyarakat.
359 Gigitan Hewan di Kalbar
Upaya pencegahan rabies menjadi penting karena kasus gigitan hewan penular rabies masih tercatat di Kalimantan Barat.
Data Kementerian Kesehatan dalam laporan situasi penyakit infeksi dan penyakit potensial kejadian luar biasa (KLB) minggu ke-3 2026 mencatat 359 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di Kalimantan Barat.
Angka tersebut merupakan kasus gigitan dan tidak sama dengan jumlah kasus rabies terkonfirmasi.
Sementara berdasarkan laporan perkembangan rabies Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, pada Juni 2026 Kalimantan Barat melaporkan satu kejadian rabies dengan satu kasus di Kabupaten Ketapang.
Pada laporan bulan yang sama, Kubu Raya tidak tercantum sebagai kabupaten yang melaporkan kasus rabies.
Baca Juga: Digigit Anjing Peliharaan, Warga Tumbang Titi Ketapang Meninggal Dunia Akibat Rabies
Kenali Perubahan Perilaku Hewan
Juli mengimbau masyarakat mengenali perubahan perilaku hewan yang dapat mengarah pada dugaan rabies. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain hewan menjadi lebih agresif atau galak, mengeluarkan air liur berlebihan, serta menunjukkan perubahan perilaku tertentu.
Namun, terdapat pula kasus ketika hewan tidak menunjukkan gejala yang jelas.
“Karena rabies tidak memiliki pengobatan, pencegahan menjadi sangat penting. Vaksinasi merupakan salah satu cara untuk mencegah dan mengendalikan penyakit rabies pada hewan,” pungkasnya.
Kegiatan vaksinasi rabies tersebut sekaligus berkaitan dengan peringatan World Rabies Day yang diperingati setiap 28 September.
Kepala Disbunnak Kabupaten Kubu Raya Elfizar Edrus mengatakan kegiatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kesehatan hewan.
Selain vaksinasi rabies, kegiatan tersebut juga diisi bazar murah yang menyediakan telur, minyak goreng, fillet daging ayam, daging blade, daging bakso, serta berbagai produk olahan lainnya.
Sekitar 500 paket minyak goreng disiapkan, sedangkan telur yang didistribusikan mencapai sekitar 12.000 butir.*
Editor : Uray RonaldSumber : Diskominfo KKR