Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Syarif Muhammad Firdaus, mengatakan keputusan memperpanjang PJJ diambil setelah pihaknya memperhatikan perkembangan kualitas udara dan data BMKG.
“Demi keamanan dan keselamatan kami putuskan untuk masih lanjut PJJ, bukan libur. Kita tidak pernah meliburkan,” kata Firdaus kepada Pontianak Post, Minggu (20/9) di Sungai Raya.
Baca Juga: Kualitas Udara Pontianak Kembali Capai Level Berbahaya, ISPU 599 dan AQI Tembus 675 pada Malam Hari
Menurut dia, PJJ merupakan penyesuaian proses pembelajaran terhadap kondisi lingkungan. Meski siswa tidak mengikuti pembelajaran secara tatap muka di sekolah, kegiatan belajar tetap berjalan dari rumah.
Firdaus mengakui pelaksanaan PJJ tidak dapat berlangsung seoptimal pembelajaran tatap muka. Namun, kebijakan tersebut diharapkan tetap menjaga keberlangsungan proses pembelajaran selama kondisi udara belum memungkinkan untuk kembali ke sekolah.
“Kita menyadari bahwa PJJ tidak terlalu optimal. Namun, kami berharap pembelajaran masih bisa tetap berjalan meskipun dengan segala keterbatasannya,” ujarnya.
Dia juga meminta dukungan orang tua untuk memastikan anak-anak tetap berada di rumah selama PJJ berlangsung. Orang tua diharapkan ikut memantau dan memastikan anak mengikuti kegiatan pembelajaran dari jarak jauh.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Mulai Ganggu Warga Kayong Utara, Jarak Pandang Terbatas Pagi dan Sore
“Mohon dukungan dari orang tua untuk ikut memantau dan memastikan anak-anak tetap di rumah dan melaksanakan pembelajaran jarak jauh,” katanya.
Firdaus mengatakan kondisi kualitas udara akan terus dipantau. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya melakukan pemantauan setiap hari dan evaluasi setiap tiga hari untuk menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya. “Kita melakukan pemantauan setiap hari dan evaluasi setiap tiga hari,” ujarnya.
Perpanjangan PJJ berlaku pada 21-23 September 2026. Kebijakan berikutnya akan disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara dan hasil evaluasi yang dilakukan pemerintah daerah. Firdaus berharap kualitas udara segera membaik sehingga proses pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan secara aman.
“Mudah-mudahan kualitas udara segera membaik,” pungkasnya. (ash)
Editor : Miftahul Khair