PONTIANAK POST – Pencarian terhadap AU (27) yang tidak diketahui keberadaannya sejak Jumat (18/9) berakhir duka. Pria tersebut ditemukan meninggal dunia di salah satu bilik toilet kawasan konservasi hijau Rumah Pelangi, Jalan Trans Kalimantan Km 64, Dusun Gunung Benuah, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Sabtu (19/9) pagi.
AU ditemukan setelah dua kerabatnya melakukan pencarian karena korban tidak diketahui keberadaannya sejak meninggalkan rumah pada Jumat (18/9) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kasat Reskrim Polres Kubu Raya AKP Ambril melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, pencarian dilakukan keluarga pada Sabtu pagi. Sekitar pukul 07.29 WIB, dua kerabat AU berangkat menuju kawasan Rumah Pelangi untuk mencari keberadaan korban.
Sesampainya di halaman Gereja Katolik Stasi Kalvari, keduanya menemukan sepeda motor milik AU terparkir di samping gereja. Dari kendaraan tersebut ditemukan helm, jaket Maxim, serta hammock milik korban.
Salah seorang kerabat kemudian menyusuri area hutan di belakang gereja sembari memanggil nama AU. Namun, pencarian belum membuahkan hasil.
Kecurigaan muncul ketika kerabat korban berada di area toilet gereja. Dari tiga bilik yang tersedia, salah satu pintunya dalam kondisi tertutup rapat. Pintu tersebut kemudian diketuk, tetapi tidak mendapat respons.
Karena tidak ada jawaban, pintu bilik didobrak. Kerabat korban kemudian menemukan AU berada di dalam bilik dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Baca Juga: STAKAT Negeri Pontianak dan Paroki Santa Sesilia Tanam 1.000 Pohon di Rumah Pelangi
Temuan tersebut selanjutnya disampaikan kepada kerabat lainnya. Mereka meminta bantuan warga sekitar dan biarawan Stasi Kalvari sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada Pastor Warsito.
Setelah menerima laporan, Pastor Warsito menghubungi Ketua RT setempat dan Polsek Sungai Ambawang.
“Setelah mendapat laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan,” kata Ade, Sabtu (19/9) malam di Sungai Ambawang.
Tim Inafis Polres Kubu Raya bersama Unit Reskrim Polsek Sungai Ambawang kemudian melakukan pengamanan lokasi, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta identifikasi terhadap korban.
Ade mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan identitas korban sekaligus mengetahui ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan luar atau visum et repertum, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Warga Pontianak Timur Digegerkan Penemuan Mayat Pria di Tepian Sungai Kapuas, Polisi Selidiki Kasus
Ade mengatakan pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi atau pemeriksaan bagian dalam terhadap jenazah.(ash)
Editor : Miftahul Khair