Ikan Mas Mati Massal di Keramba Kubu Raya, Karantina Kalbar Ambil Sampel

Uray Ronald • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 22:29 WIB
Karantina Kalbar menerjunkan petugas karantina ke kawasan keramba budidaya sepanjang aliran Sungai Kapuas, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. (ANTARA/Balai Karantina Kalbar)
Karantina Kalbar menerjunkan petugas karantina ke kawasan keramba budidaya sepanjang aliran Sungai Kapuas, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. (ANTARA/Balai Karantina Kalbar)

 

PONTIANAK POST — Karantina Kalimantan Barat bergerak menangani kematian massal ikan mas di keramba budi daya Sungai Kapuas, Kabupaten Kubu Raya.

Petugas diterjunkan ke kawasan keramba setelah kejadian tersebut meresahkan pembudidaya ikan setempat dan berpotensi mengganggu keberlanjutan usaha perikanan.

Kepala Karantina Kalbar Ferdi mengatakan petugas mengambil sampel air dan bangkai ikan untuk menjalani pengujian laboratorium.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian ikan sekaligus mengantisipasi potensi penyebaran Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK).

“Kami bergerak cepat turun ke lapangan untuk memastikan penyebab pasti kematian massal ini sekaligus menghentikan potensi penyebaran HPIK,” tuturnya.

Baca Juga: Ubur-Ubur, Ikan, hingga Lobster, Potensi Perikanan Temajuk Sambas Didorong Tembus Pasar Malaysia

Sampel Ikan dan Air Diuji

Selain mengambil sampel, petugas melakukan sterilisasi di area terdampak.

Pembudidaya juga diberikan edukasi mengenai langkah pencegahan agar penyakit tidak menyebar ke keramba lain maupun perairan umum.

Menurut Ferdi, mitigasi diperlukan karena Sungai Kapuas menjadi salah satu sumber penting bagi aktivitas perikanan budi daya masyarakat.

Penyebaran HPIK, kata dia, dapat berdampak terhadap ekosistem sekaligus mata pencaharian pembudidaya.

“Aliran Sungai Kapuas merupakan urat nadi perikanan budi daya masyarakat, sehingga tindakan proteksi dan karantina ketat harus segera dilakukan demi melindungi ekosistem serta menjaga keberlanjutan mata pencaharian para pembudidaya di Kubu Raya,” katanya.

Pembudidaya Diminta Aktif Melapor

Karantina Kalbar mendorong pembudidaya turut aktif dalam upaya pengendalian dengan mengikuti arahan petugas.

Pembudidaya juga diminta melaporkan apabila kembali ditemukan ikan yang sakit atau mengalami kematian dalam jumlah tidak wajar.

Sinergi antara petugas karantina dan pembudidaya dinilai penting untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah potensi wabah meluas di kawasan perairan Sungai Kapuas.

Baca Juga: Forikan Kalbar Tekankan Pentingnya Anak Makan Ikan dan Terapkan Pola Gizi Seimbang

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut, termasuk memastikan jenis penyakit yang menyebabkan kematian massal ikan mas tersebut.

“Kami berharap langkah mitigasi yang dilakukan dapat menjaga keamanan perairan Sungai Kapuas sekaligus menekan potensi kerugian ekonomi yang lebih besar bagi pembudidaya di Kecamatan Rasau Jaya,” kata dia.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
ikan mas mati massal Kubu Raya kematian ikan mas Kubu Raya Sungai Kapuas Kubu Raya ikan mati di keramba