PONTIANAK POST - Bupati Kubu Raya Sujiwo menyoroti aktivitas kendaraan over dimension over load (ODOL) di ruas Jalan Punggur–Parit Sarim, Kecamatan Sungai Kakap. Aktivitas kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas jalan dinilai menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Sujiwo menemukan kondisi badan jalan yang mulai bergeser saat meninjau ruas tersebut, Minggu (20/9). Peninjauan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat terkait kendaraan angkutan dengan beban berlebih yang melintas di jalur tersebut.
“Kami merespons laporan masyarakat di mana di jalur dan ruas Jalan Punggur-Parit Sarim sering lewat angkutan-angkutan yang over dimension over load, melebihi kapasitas kemampuan jalan,” kata Sujiwo.
Baca Juga: Tertibkan Kendaraan ODOL
Menurut Sujiwo, kondisi badan jalan yang bergeser tidak cukup ditangani dengan memperbaiki permukaan jalan. Struktur badan jalan perlu diperkuat terlebih dahulu agar kerusakan tidak semakin meluas.
Karena itu, ia meminta Dinas Pekerjaan Umum Kubu Raya menyiapkan pembangunan turap sebagai langkah awal penanganan.
“Ini bergeser. Ini bergeser, ya Pak Kadis PU. Solusinya apa? Turap,” ujarnya.
Pembangunan turap diperlukan untuk menahan badan jalan sebelum bagian yang mengalami kerusakan diperbaiki. Pekerjaan tersebut ditargetkan dapat dimulai bulan depan.
Baca Juga: Kubu Raya Siapkan 18.000 Hektare Lahan untuk Pertanian Pangan Berkelanjutan
“Jadi ini mesti kita turap dulu. Kita turap dulu, baru nanti kita akan kerjakan yang roboh ini. Bulan depan sudah bisa dikerjakan,” katanya.
Namun, Sujiwo menilai perbaikan fisik jalan tidak akan menyelesaikan persoalan apabila kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas masih melintas. Menurutnya, penguatan infrastruktur perlu dibarengi pengawasan terhadap tonase kendaraan.
“Memang kita bangun jalan ini dengan kapasitas yang tidak terlalu berat. Ini contohnya. Kalau tidak diturap, dikerjakan ini saja tetap bergeser,” terangnya.
Sujiwo juga meminta pemerintah desa dan kecamatan ikut melakukan pengawasan. Edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha angkutan diperlukan agar kendaraan yang melintas tidak membawa muatan melebihi kapasitas jalan.
“Nanti Pak Kadesnya juga saya minta tolong lebih proaktif, Pak Camatnya proaktif, mengingatkan. Ini kan jalan alternatif yang muatannya mesti jangan terlalu melebihi kapasitas tonasenya,” katanya.
Ia meminta Sekretaris Daerah Kubu Raya bersama camat dan perangkat daerah terkait mencari langkah pengawasan yang dapat diterapkan di ruas tersebut.
“Memang mesti pengawasan. Nanti Pak Sekda, Pak Camat, mungkin coba dicari solusinya. Ruas ini sudah lumayan yang kita lihat karena kelebihan tonase muatannya,” ujar Sujiwo.
Pemkab Kubu Raya akan memadukan penanganan teknis dengan pengawasan kendaraan angkutan. Upaya tersebut dilakukan agar perbaikan jalan tidak hanya menangani kerusakan yang terjadi, tetapi juga mencegah kerusakan berulang akibat beban kendaraan yang melampaui kemampuan jalan.
“Memang mesti pengawasan,” tegasnya. (ash)
Editor : Miftahul Khair