PONTIANAK POST - Hujan ringan masih mendominasi prakiraan cuaca Kabupaten Kubu Raya hingga akhir September. Namun, BMKG mengingatkan masyarakat mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi cepat selama masa pancaroba.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kalimantan Barat Sutikno mengatakan, berdasarkan prakiraan 23–29 September 2026, hujan ringan berpotensi terjadi pada 23–25 September. Intensitas hujan diprakirakan meningkat menjadi sedang pada 26 September, kemudian kembali ringan hingga 29 September.
“Prakiraannya memang hujan ringan. Tapi saat pancaroba, yang perlu diwaspadai justru perubahan cuacanya,” kata Sutikno, Rabu (23/9) di Sungai Raya.
Baca Juga: BMKG Prakirakan Kalbar dan Sebagian Besar Indonesia Berawan hingga Hujan Ringan
Menurutnya, pemanasan kuat pada siang hari dapat memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) secara cepat. Awan tersebut berpotensi menghasilkan petir, angin kencang atau puting beliung, hingga hujan es.
“Karakteristik awan Cumulonimbus pada masa pancaroba perlu diwaspadai karena dapat menghasilkan petir, angin kencang atau puting beliung, bahkan hujan es,” ujarnya.
Sutikno menambahkan, kabut asap yang masih terjadi di Kubu Raya dan sekitarnya juga menjadi perhatian karena dapat membuat pertumbuhan awan konvektif lebih sulit dipantau secara visual dari permukaan.
Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya memperhatikan turunnya hujan, tetapi juga mencermati perubahan angin dan kondisi atmosfer. Warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun kawasan perairan diimbau segera mencari tempat berlindung ketika terdengar petir atau angin tiba-tiba menguat.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat Lokal, Pontianak Berpotensi Petir
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mengikuti informasi dan peringatan dini cuaca melalui kanal resmi BMKG. “Peringatan dini diperlukan karena kondisi cuaca pada masa pancaroba dapat berubah dalam waktu relatif singkat,” tutupnya. (ash)
Editor : Miftahul Khair