PONTIANAK POST - Polemik imbauan larangan menjemput penumpang di Pelabuhan Rasau Jaya mendapat perhatian Bupati Kubu Raya, Sujiwo. Rabu (23/9) malam saat turun langsung ke Rasau Jaya, Sujiwo meminta persoalan tersebut diselesaikan melalui komunikasi dan kesepakatan bersama. Dia menilai pembatasan aktivitas masyarakat tidak semestinya dilakukan secara sepihak.
Sujiwo meminta persoalan tersebut diselesaikan melalui komunikasi dan kesepakatan bersama dengan melibatkan pihak-pihak yang memiliki kewenangan terhadap pelabuhan. Menurutnya, imbauan yang membatasi aktivitas masyarakat tidak semestinya dibuat secara sepihak.
“Kalau daerah ini mau maju, harus terbuka. Tidak bisa kita kemudian melokalisir seperti itu,” tegas Sujiwo.
Baca Juga: IPOSC di Kubu Raya Batal Digelar, Bupati Sujiwo: Timing Tidak Tepat Saat Warga Krisis Air
Dia meminta unsur terkait, mulai dari aparat kepolisian, pemerintah kecamatan, hingga pengelola atau otoritas pelabuhan, duduk bersama mencari solusi. Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan tidak berkembang menjadi gesekan di tengah masyarakat.
Sujiwo menegaskan, kepentingan warga lokal tetap dapat diperhatikan tanpa harus membatasi aktivitas masyarakat dari wilayah lain. Dia juga mengimbau para pengemudi asal Rasau Jaya agar mengedepankan cara yang bijak dan elegan dalam mencari penghasilan.
“Kita akan memberikan ruang dan memprioritaskan teman-teman atau warga Rasau Jaya, tetapi harus dengan cara yang bijak dan elegan,” ujarnya.
Menurut Sujiwo, imbauan yang bernuansa larangan, terlebih jika dikaitkan dengan upaya mencegah konflik, justru berpotensi menimbulkan polemik baru. Karena itu, ia meminta seluruh pihak tidak mengambil langkah yang dapat memicu aksi saling membatasi antar-pengemudi.
Baca Juga: Bawaslu Kubu Raya Gandeng Tiga Organisasi Perempuan, Pengawasan Demokrasi Diperluas ke Masyarakat
Dia mengingatkan agar pengemudi dari Rasau Jaya maupun wilayah lain tetap menjaga hubungan baik dan mengedepankan komunikasi dalam menjalankan aktivitasnya.
“Rezeki itu sudah ditakar dan pasti tidak akan tertukar,” kata Sujiwo.
Sujiwo mengatakan, dirinya turun langsung ke Rasau Jaya setelah menerima banyak masukan dari masyarakat yang meminta pemerintah daerah mengambil sikap terkait persoalan tersebut.
“Saya berharap polemik segera diredam sehingga aktivitas masyarakat dan pelayanan transportasi di kawasan Pelabuhan Rasau Jaya tetap berjalan tertib,” tutupnya. (ash)
Editor : Miftahul Khair