PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bakal membenahi Pasar Bahagia di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya. Pembenahan meliputi fasilitas pasar, parkir, akses jalan, serta pembangunan kembali bangunan tambahan yang dinilai sudah tidak layak.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan pembenahan dilakukan menindaklanjuti keluhan pedagang. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Pasar Bahagia, Jumat (25/9), dan berdialog dengan pedagang mengenai kondisi fasilitas, menurunnya jumlah pembeli hingga gangguan listrik.
Menurut Sujiwo, kenaikan harga sejumlah bahan pokok, terutama sayuran, turut memengaruhi kunjungan konsumen. Kondisi tersebut berkaitan dengan kemarau panjang yang menyulitkan petani sayur lokal mendapatkan sumber air.
Baca Juga: Kadin Kalbar Bidik UMKM Tembus Ekspor, Kijing dan Sarawak Jadi Pintu Pasar Global
“Timun yang biasanya Rp8.000 bisa sekarang sampai Rp28.000. Sawi yang biasanya Rp10.000 atau Rp11.000 menjadi Rp40.000. Ini karena faktor kemarau panjang. Petani sayur lokal kesulitan air untuk menyiram tanaman, sementara kalaupun ada air, sebagian kondisinya asin,” ujar Sujiwo.
Di sisi lain, Sujiwo mengatakan pemerintah berkewajiban memberikan pelayanan yang layak kepada pedagang karena pasar tersebut menghasilkan retribusi. Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pasar Bahagia disebut sekitar Rp350 juta per tahun.
“Retribusi itu kunci utamanya ketika kita bisa memberikan pelayanan, baru boleh kita menarik retribusi. Sekarang pelayanan sudah kita berikan, tetapi memang belum maksimal. Maka itu akan kita maksimalkan,” tegasnya.
Sejumlah perbaikan telah dilakukan, di antaranya mengganti atap yang bocor dan menindaklanjuti persoalan listrik dengan mendatangkan PLN untuk menambah daya.
Baca Juga: Landak Dorong LTT dan Produksi Padi, Target Lampaui Sambas serta Mempawah sebagai Lumbung Kalbar
Mulai bulan depan, pemkab juga merencanakan pembangunan kanopi, perbaikan halaman dan akses jalan masuk pasar.
“Uang retribusi itu nanti juga dikembalikan untuk perbaikan di sini, memperindah dan mempercantik pasar, serta membuat pasar ini nyaman. Itu makna daripada retribusi,” katanya.
Pemkab juga mengupayakan pembangunan kembali bangunan tambahan di bagian belakang pasar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perdagangan. Anggaran yang diusulkan sekitar Rp4 miliar dengan target pembangunan tahun depan.
“Kita akan bangun melalui dana alokasi khusus di Kementerian Perdagangan. Kurang lebih anggarannya Rp4 miliar. Ini sedang kita ikhtiarkan dan kita sudah mendapatkan respons dari pihak kementerian. Targetnya tahun depan,” ungkap Sujiwo.
Menurutnya, usulan tersebut akan terus dikawal. Jika dukungan pemerintah pusat belum terealisasi, pemkab akan mempertimbangkan penggunaan APBD.
Penataan juga menyasar area parkir. Aktivitas perdagangan di Pasar Bahagia dimulai sekitar pukul 02.30 WIB, sedangkan konsumen mulai berdatangan sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 WIB hingga menjelang siang.
Pada akhir pekan dan menjelang hari besar, kendaraan roda dua yang masuk ke kawasan pasar disebut dapat mencapai lebih dari 500 unit per hari.
“Ke depan akan kita tertibkan, tetapi tetap kita berdayakan. Bang Dian dan teman-teman tetap kita libatkan. Kita ingin menata semuanya, termasuk parkir,” katanya.
Sujiwo juga meminta pedagang menjaga ketertiban agar aktivitas berjualan tidak mempersempit akses jalan di dalam kawasan pasar.
“Ini bisa berhasil apabila para pedagang juga mau ikut aturan main. Kita ingin menata semuanya supaya pasar ini lebih nyaman dan representatif,” pungkasnya.(ash)
Editor : Hanif