Sujiwo Targetkan Revitalisasi Lebih dari 200 Sekolah Kubu Raya Rampung pada 2028, Ini Alasannya

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 09:42 WIB
Para peserta Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) Tingkat Kabupaten Kubu Raya, Senin (28/9). Kegiatan ini dibuka Bupati, Sujiwo di halaman Kantor Bupati Kubu Raya.
Para peserta Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) Tingkat Kabupaten Kubu Raya, Senin (28/9). Kegiatan ini dibuka Bupati, Sujiwo di halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

PONTIANAK POST - Bupati Kubu Raya Sujiwo menargetkan revitalisasi dan pembangunan fisik sekolah negeri jenjang TK, SD, hingga SMP rampung pada 2028. Saat ini, masih lebih dari 200 sekolah yang membutuhkan perhatian.

Sujiwo mengatakan peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan sumber daya manusia, tetapi juga kondisi fisik sekolah. Lingkungan belajar harus aman, layak, bersih, dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

Revitalisasi dilakukan secara bertahap. Sebagian sekolah yang membutuhkan perbaikan telah dan sedang ditangani pemerintah daerah.

Baca Juga: Bengkayang Terima Bantuan Revitalisasi Sekolah Rp14,53 Miliar dari Kemendikdasmen, Ini Rincian Sekolah Penerimanya

“Saya mohon doanya, saya akan memperjuangkan revitalisasi pembangunan fisik TK negeri, SD negeri, dan SMP negeri. Target saya tahun 2028 harus sudah tuntas,” kata Sujiwo seusai membuka Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) Tingkat Kabupaten Kubu Raya di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (28/9).

Ia mengakui target tersebut cukup besar, tetapi berkomitmen mengupayakan seluruh kebutuhan revitalisasi sekolah negeri diselesaikan sesuai target.

“Ini memang keinginan yang besar, tetapi saya nekat untuk menuntaskannya,” ujarnya.

Selain sekolah negeri, pihaknya juga akan memperjuangkan dukungan sarana dan prasarana bagi sekolah swasta dan sekolah keagamaan melalui pemerintah pusat. Sujiwo mengatakan telah berkomunikasi dengan anggota Komisi V DPR RI terkait peluang dukungan tersebut.

Baca Juga: Sekda Kubu Raya Minta Pejabat Baru Petakan Masalah, Jangan Tunggu Viral Baru Bertindak

“Yang swasta juga akan kita perjuangkan jalurnya. Saya sudah berkomunikasi dengan teman-teman Komisi V, karena sekolah swasta, sekolah keagamaan, dan lainnya juga membutuhkan perhatian,” katanya.

Di hadapan guru, Sujiwo mengingatkan pentingnya keteladanan dalam menjalankan tugas. Ia juga menegaskan ASN yang bekerja profesional dan sesuai aturan akan mendapat perlindungan, sedangkan pelanggaran etika, moral, maupun hukum tetap diproses sesuai ketentuan.

“Ketika baik, kita lindungi. Tetapi ketika tidak baik dan melakukan pelanggaran, kita harus memberikan pembelajaran dan tindakan sesuai aturan,” tegasnya.

Sujiwo juga menyatakan akan terus memperjuangkan kesejahteraan guru dan ASN dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Ia meminta para guru menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Sementara itu, Porsenijar dinilai menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembinaan potensi dan prestasi guru. Peserta berprestasi akan dipersiapkan mewakili Kubu Raya pada tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Singkawang, sebelum berpeluang melaju ke tingkat nasional.

Ketua PK PGRI Kubu Raya Zainiansyah mengatakan sekitar lima guru Kubu Raya pernah mewakili Kalbar di tingkat nasional pada 2025.

Baca Juga: Dosen Akuntansi Polnep Kenalkan Ai-Lemdik untuk Digitalisasi Tata Kelola Sekolah

“Kita pernah menjadi wakil Kalbar. Itu sekitar lima orang guru yang berprestasi di tingkat nasional. Luar biasa Kubu Raya,” ujar Zainiansyah.

Ketua Pengurus Provinsi PGRI Kalbar Syarif Muhammad Firdaus mengapresiasi pelaksanaan Porsenijar tersebut sebagai tahapan menuju tingkat provinsi dan nasional. (ash)

Editor : Miftahul Khair
Pendidikan Kubu Raya revitalisasi sekolah sujiwo sekolah negeri kubu raya