Kubu Raya Siapkan Strategi Hadapi El Nino 2027, Lahan Bekas Karhutla Mulai Dipulihkan

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 09:50 WIB
Bupati Kubu Raya, Sujiwo
Bupati Kubu Raya, Sujiwo

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama Forkopimda menyiapkan strategi pemulihan lahan masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah tersebut sekaligus untuk menghadapi potensi kemarau panjang dan dampak El Nino.

Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan, meski kondisi karhutla mulai mereda, kewaspadaan tetap harus dijaga. Pemkab bersama Forkopimda akan merumuskan langkah pemulihan dan menyiapkan kebutuhan menghadapi kemungkinan kondisi kering kembali terjadi.

“Kita sedang merumuskan langkahnya. Walaupun karhutla sudah mulai reda, saya bersama Pak Kapolres dan seluruh Forkopimda tidak boleh lengah. Kita harus tetap mempersiapkan diri karena ada prediksi puncak El Nino pada 2027,” kata Sujiwo di Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (28/9).

Baca Juga: Teraju Desak Proses Hukum PT CUT Tetap Berjalan Meski Pemulihan Lahan Telah Dilakukan

Kesiapsiagaan akan diperkuat dengan memanfaatkan bantuan pemerintah pusat yang telah diterima Kubu Raya, termasuk peralatan dan perlengkapan untuk menghadapi kemungkinan kemarau panjang.

“Bantuan-bantuan dari Bapak Presiden akan kita manfaatkan, salah satunya untuk mempersiapkan diri ketika terjadi kemarau panjang lagi. Kita sudah mempunyai peralatan dan perlengkapan, tinggal bagaimana kita memperkuat kesiapan kita,” ujarnya.

Menurut Sujiwo, pemulihan lahan terdampak karhutla tidak bisa diseragamkan karena kondisi geografis dan karakteristik lahan Kubu Raya berbeda-beda.

Sejumlah opsi akan dikaji, antara lain penanaman kembali pohon di kawasan tertentu serta pembangunan infrastruktur pendukung ketersediaan air, seperti saluran air, embung, dan sumur bor.

Baca Juga: Hujan Guyur Singkawang, Polsek Singkawang Timur Tetap Waspadai Karhutla di Lahan Bekas Terbakar

“Nanti akan kita rumuskan bersama. Apakah perlu dilakukan penanaman pohon di area-area tertentu, apakah perlu dibuat saluran-saluran air, embungnya di mana, sumur bornya di mana. Semua itu akan kita pertajam berdasarkan kondisi wilayah,” jelasnya.

Strategi tersebut tidak hanya untuk memulihkan lahan yang terbakar, tetapi juga memperkuat ketersediaan air agar masyarakat dan pemerintah daerah lebih siap menghadapi musim kemarau berikutnya.

Sujiwo menegaskan penyusunan strategi dilakukan bersama Forkopimda dan pihak terkait. Penanganan karhutla dan pemulihan lahan, kata dia, harus disesuaikan dengan kondisi Kubu Raya.

“Kubu Raya pasti mempunyai cara tersendiri. Tidak bisa semuanya diseragamkan. Kita akan duduk bersama dengan Pak Kapolres, Forkopimda, Ketua DPRD, dan pihak terkait untuk menentukan langkah yang paling tepat bagi wilayah kita,” pungkasnya. (ash)

Editor : Miftahul Khair
El Nino 2027 Pemulihan Lahan karhutla kubu raya kemarau panjang