PONTIANAK POST - Perumda Air Minum Tirta Raya Kubu Raya menargetkan cakupan pelayanan air bersih mencapai 43,5 persen dari total penduduk pada 2029. Target tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan cakupan layanan saat ini yang berada di kisaran 20,1 persen.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Raya Kubu Raya Harmawan mengatakan, perluasan layanan tersebut merupakan bagian dari rencana bisnis perusahaan periode 2025–2029.
“Target kami meningkatkan cakupan pelayanan sampai 43,5 persen penduduk Kubu Raya teraliri langsung air bersih Perumdam pada 2029,” ujar Harmawan, Rabu (30/9) di Sungai Raya.
Baca Juga: Kemarau Hampir 3 Bulan, Kodim Sanggau Salurkan 4.000 Liter Air Bersih ke Warga Lape
Untuk mencapai target tersebut, Perumda Air Minum Tirta Raya menyiapkan sejumlah instalasi pengolahan air dengan total kapasitas sekitar 600 liter per detik di sejumlah wilayah Kubu Raya.
Salah satunya instalasi di Arang Limbung berkapasitas 100 liter per detik. Pembangunan telah dimulai setelah groundbreaking pada akhir Agustus 2026 dan ditargetkan rampung Oktober 2027.
“Instalasi itu nantinya diprioritaskan untuk melayani masyarakat di Sungai Raya dan wilayah sekitarnya,” jelasnya.
Perumda juga memfinalisasi pembangunan instalasi berkapasitas 300 liter per detik di Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha atau business to business (B2B).
Baca Juga: Pastikan Tata Kelola Akuntabel, Kemenkum Kalbar Harmonisasi Raperbup Bantuan Desa Kubu Raya
“Kami sedang finalisasi 300 liter per detik di Kakap, Sungai Rengas. Mudah-mudahan selesai akhir bulan ini dan segera bisa dilanjutkan pembangunannya,” kata Harmawan.
Berdasarkan survei kebutuhan riil atau real demand survey, terdapat sekitar 32 ribu sambungan potensial di kawasan tersebut.
“Di sana belum pernah ada layanan air bersih melalui skema B2B. Mudah-mudahan dengan doa masyarakat, ini bisa segera terwujud dan pembangunan dapat dilakukan,” tuturnya.
Selain itu, Perumda menyiapkan instalasi berkapasitas 100 liter per detik di kawasan Sungai Raya II dan sekitarnya. Persiapannya mencakup pembebasan lahan, studi kelayakan atau feasibility study (FS), detail engineering design (DED), hingga perizinan Surat Izin Pengambilan Air (SIPA).
Proyek tersebut ditargetkan mendapat dukungan pembiayaan APBN pada 2028 untuk melayani Sungai Raya II, WBA hingga Rasau Jaya.
Pengembangan jaringan juga direncanakan di Kampung Jawa Tengah, Ambawang, dengan kapasitas sekitar 200 liter per detik. Sumber air baku berasal dari Waduk Penepat. Pelayanan ditargetkan menjangkau Ambawang dan sekitarnya, termasuk arah Korek hingga Kuala Ambawang.
Baca Juga: PAM Tirta Raya Bentuk Tim Penertiban, Fokus Tekan Sambungan Liar
Sementara itu, instalasi berkapasitas sekitar 50 liter per detik disiapkan di Kuala Mandor B. Selain melayani masyarakat setempat, jaringan tersebut diharapkan menjangkau Desa Mega Timur.
Di tengah rencana perluasan layanan, Perumda Tirta Raya masih menghadapi persoalan kualitas air baku akibat kemarau ekstrem. Kadar garam pada sumber air sempat meningkat.
Kondisi tersebut mulai membaik setelah hujan turun cukup deras dan merata di wilayah hulu. Dalam dua hingga tiga hari terakhir, kadar garam mulai menurun sehingga produksi dan pelayanan air bersih berangsur membaik.
“Selama kadar garam tinggi, kami memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat, baik pelanggan yang sudah teraliri PDAM maupun yang belum. Air tersebut bisa diambil secara gratis menggunakan tangki ataupun tandon di instalasi produksi kami di Arang Limbung,” jelas Harmawan.
Baca Juga: Perumda Kubu Raya Gandeng Krakatau Steel, Bidik Bisnis Pupuk hingga Perkakas Perkebunan
Terkait permintaan potongan tarif air, Harmawan mengatakan Perumda Tirta Raya belum dapat memberikan diskon seperti yang dilakukan Perumda di Kota Pontianak. Kondisi keuangan perusahaan menjadi salah satu pertimbangan.
“Kalau kami memberikan diskon, kami khawatir cash flow terganggu dan justru berakibat pada kemampuan kami menjaga pelayanan,” ujarnya. Saat ini, Perumda Tirta Raya memiliki sekitar 35 ribu sambungan pelanggan. (ash)
Editor : Miftahul Khair