Sopir Hilux Mohon Serahkan Dirimu, Sepekan Kecelakaan di Trans Kalimantan Tewaskan Pelajar 16 Tahun

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 15:09 WIB
EVAKUASI KORBAN: Petugas dan warga mengevakuasi korban kecelakaan maut di Jalan Trans Kalimantan KM 22, Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya. Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor, Toyota Hilux, dan truk trailer itu menewaskan seorang remaja berusia 16 tahun.
EVAKUASI KORBAN: Petugas dan warga mengevakuasi korban kecelakaan maut di Jalan Trans Kalimantan KM 22, Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya. Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor, Toyota Hilux, dan truk trailer itu menewaskan seorang remaja berusia 16 tahun.

 

PONTIANAK POST — Sepekan setelah kecelakaan maut di Jalan Trans Kalimantan KM 22, Sungai Ambawang, mobil Toyota Hilux yang terlibat dalam rangkaian kejadian masih dicari polisi. Pengemudinya diminta menyerahkan diri untuk membantu mengungkap secara utuh kecelakaan yang menewaskan FR, remaja berusia 16 tahun.

Kecelakaan terjadi di depan Masjid Nurul Hidayah, Dusun Simpang Kiri, Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya, Selasa (29/9) sekitar pukul 12.30 WIB.

Selain menyebabkan FR meninggal dunia, kecelakaan tersebut mengakibatkan JI (16), pengendara sepeda motor yang membonceng korban, mengalami luka-luka.

Kasat Lantas Polres Kubu Raya Iptu Judi Effendhy melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan, Satlantas masih menyelidiki identitas dan keberadaan Hilux yang berada di lokasi sebelum motor bertabrakan dengan truk trailer.

Polisi meminta pengemudi Hilux segera menyerahkan diri dan memberikan keterangan kepada penyidik.

Masyarakat yang mengetahui kendaraan maupun identitas pengemudinya juga diminta memberikan informasi kepada kepolisian.

Informasi tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian, terutama peristiwa beberapa saat sebelum motor terpental ke jalur berlawanan.

Bermula dari Hilux Mengerem

Polisi juga mengungkap kronologi sementara kecelakaan tersebut.

JI yang membonceng FR awalnya mengendarai sepeda motor dari arah Pontianak menuju Tayan, Sanggau.

Ketika tiba di lokasi, Toyota Hilux yang berada di depan sepeda motor disebut melakukan pengereman mendadak.

“Saat tiba di lokasi kejadian, sebuah mobil pikap Toyota Hilux yang berada di depan sepeda motor disebut melakukan pengereman mendadak,” kata Ade, Selasa (6/10).

JI yang berada di belakang kendaraan tersebut tidak sempat menghindar. Sepeda motornya kemudian menabrak bagian belakang kanan Hilux.

Benturan membuat motor bersama JI dan FR terpental ke kanan jalan.

“Benturan itu membuat sepeda motor yang dikendarai JI bersama FR terpental ke sisi kanan jalan,” ungkapnya.

Terpental ke Jalur Trailer

Pada saat bersamaan, sebuah truk trailer 20 feet yang dikemudikan RO (37) melaju dari arah berlawanan, Tayan menuju Pontianak.

Jarak yang sudah terlalu dekat membuat motor yang terpental ke jalur truk tidak dapat dihindari.

“Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, sepeda motor yang terpental ke jalur truk tidak dapat dihindari. Tabrakan pun terjadi,” jelas Ade.

FR meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Sementara JI mengalami luka-luka.

Polisi masih mendalami keterangan saksi dan fakta di lapangan. Penyelidikan juga diperlukan untuk memastikan peran masing-masing kendaraan dalam rangkaian kecelakaan.

“Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung. Polres Kubu Raya masih mendalami keterangan saksi dan fakta di lapangan untuk memastikan seluruh rangkaian kecelakaan yang menyebabkan seorang remaja meninggal dunia tersebut,” tegas Ade.

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
pelajar tewas sopir hilux SUNGAI AMBAWANG kecelakaan maut trans kalimantan