Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan, tambahan penyaluran dilakukan sejak malam hingga pagi. Pengiriman diprioritaskan ke SPBU yang membutuhkan penguatan pasokan dan mengalami kepadatan konsumen.
“Kami memahami bahwa waktu masyarakat sangat berarti dan BBM dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan serta aktivitas sehari-hari. Karena itu, kami menambah penyaluran ke SPBU di Kubu Raya serta memprioritaskan pengiriman ke lokasi yang membutuhkan tambahan pasokan agar kepadatan pelayanan dapat segera terurai,” kata Edi dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10).
Baca Juga: Antrean BBM Mengular, Bupati Kubu Raya Desak Pertamina Perkuat MitigasiIa menjelaskan, Pertamina berkoordinasi dengan Integrated Terminal Pontianak dan pihak transportir untuk mengoptimalkan proses pengisian serta keberangkatan mobil tangki menuju SPBU.
Pertamina juga memantau ketahanan stok di SPBU, posisi mobil tangki, dan perkembangan kepadatan konsumen secara berkala. Pemantauan tersebut menjadi dasar untuk menyesuaikan prioritas pengiriman.
“Tambahan penyaluran kami tindak lanjuti dengan pemantauan pengiriman hingga BBM tiba di SPBU. Kami terus berkoordinasi dengan tim operasional, transportir, dan pengelola SPBU agar langkah yang dilakukan dapat membantu masyarakat memperoleh BBM dengan lebih lancar,” ujarnya.
Baca Juga: Antrean BBM di Ketapang, Polisi Ungkap Tiga Perkara dan Amankan Lima Orang
Sujiwo Minta Mitigasi
Sebelumnya, Bupati Kubu Raya Sujiwo meminta Pertamina segera melakukan mitigasi untuk mengatasi antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU. Ia juga meminta ketersediaan stok dan kelancaran distribusi BBM dipastikan.
“Jauh-jauh hari saya sudah mengingatkan agar stok BBM berbagai jenis di masing-masing SPBU dijaga. Pertamina yang mengetahui secara persis kondisi stok tersebut, sehingga tidak ada alasan untuk tidak melakukan mitigasi,” kata Sujiwo.
Menurut dia, antrean BBM perlu segera ditangani karena masyarakat juga menghadapi tekanan ekonomi akibat harga bahan pokok, persoalan pasokan gas, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan pasokan listrik.
Sujiwo juga meminta kepolisian mengawasi distribusi dan pembelian BBM. Permintaan itu termasuk menindaklanjuti laporan mengenai dugaan penggunaan tangki modifikasi atau tangki siluman pada kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Saya juga meminta bantuan pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan. Ada laporan yang saya terima terkait dugaan tangki-tangki siluman, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika memang ditemukan pelanggaran, tentu harus ditertibkan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Baca Juga: Antrean BBM Meluas di Kalbar, Pertamina Tambah Pasokan dan Tunggu Kapal dari Jawa
Imbau Konsumen Beli Sesuai Kebutuhan
Edi mengapresiasi kesabaran dan kerja sama masyarakat selama proses pelayanan. Pertamina juga mengimbau konsumen membeli BBM sesuai kebutuhan dan mengikuti arahan petugas agar pelayanan di SPBU berlangsung tertib.
Masyarakat dapat menyampaikan informasi maupun pengaduan terkait produk dan layanan Pertamina melalui Pertamina Contact Center 135 yang beroperasi selama 24 jam.*
Sumber : Antara