PONTIANAK - Pernyataan yang beredar mengenai nasi dingin dan nasi panas, menjadi sorotan publik. Dengan jumlah kandungan yang berbeda, membuat orang bingung. Antara nasi panas dan nasi dingin, mana yang lebih sehat untuk dikonsumsi.
Anda pasti pernah mendengar, bahwa nasi dingin lebih sehat dibandingkan nasi panas. Ada beberapa alasan ilmiah, mengapa nasi dingin lebih baik untuk tubuh. Tetapi sebagian orang percaya, bahwa nasi panas lebih baik bagi kesehatan.
Manfaat Mengonsumsi Nasi Dingin dan Nasi Panas
Ketika nasi didinginkan, sebagian pati yang ada didalamnya berubah menjadi pati resisten. Pati resisten ini berfungsi seperti serat, hingga dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mengontrol gula darah.
Pati resisten merupakan salah satu jenis karbohidrat yang dicerna sepenuhnya oleh tubuh. Dapat diartikan, bahwa ketika nasi dalam keadaan dingin. Berarti nasi memiliki kandungan pati resisten yang lebih tinggi dibandingkan nasi panas.
Selain itu, nasi dingin juga memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi panas. Indeks glikemik ini merupakan ukuran seberapa cepat, suatu makanan meningkatkan kadar gula dalam darah.
Sehingga makanan dengan indeks glikemik rendah, akan membuat gula darah naik lebih lambat. Juga memberikan rasa kenyang lebih lama, dan mengurangi risiko lonjakan pada insulin. Hingga bagi anda pengidap diabetes lebih disarankan mengonsumsi nasi dingin.
Nasi dingin yang memiliki tingkat pati resisten yang tinggi, lebih baik untuk dikonsumsi. Meskipun nasi panas juga memiliki sejumlah manfaat yang tidak boleh diabaikan. Nasi panas lebih mudah menjalani proses pencernaan, dengan nasi yang lunak membuat lebih mudah diuraikan oleh enzim pencernaan.
Nasi panas juga mengandung amilopektin, jenis pati yang mudah dicerna dan dapat cepat diubah menjadi glukosa yang memberikan energi. Hal ini berguna bagi anda yang cepat merasa lelah.
Kebiasaan banyak orang, pastinya memakan nasi dalam keadaan panas. Hal ini sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, aneh rasanya jika mengonsumsi nasi dingin.
Baca Juga: 3 Kreasi Kopi Ala Cafe, Bisa Kalian Bikin Di Rumah!
Bagaimana Cara Mengonsumsi Nasi Dingin yang Benar?
Menurut Dr. Sungadi Santoso dalam channel Youtube 3H Hidup Happy Healthy, cara yang baik untuk mengonsumsi nasi adalah saat memasak nasi tambahkan sedikit minyak kelapa.
Minyak kelapa memiliki titik didih yang baik untuk nasi, dan minyak kelapa juga bisa membantu lebih meningkatkan pati resisten pada nasi. Selain itu minyak kelapa dapat membantu meningkatkan, penyerapan vitamin larut lemak yang terdapat pada makanan lain.
Setelah nasi sudah matang, keluarkan nasi dari rice cooker, lalu dinginkan terlebih dahulu hingga suhu ruang. Setelah sudah dingin setara dengan suhu ruang, masukkan lagi nasi selama 12 ke dalam kulkas.
Anda bisa membagi nasi sesuai dengan per-porsi, sehingga ketika anda ingin mengonsumsinya anda bisa mengambil satu porsi nasi. Lalu satu porsi nasi yang masih dingin, bisa kalian hangatkan.
Nasi dingin bisa dihangatkan dengan beberapa cara, seperti dengan menggunakan microwave, wajan, maupun kukusan. Pastikan nasi dipanaskan sebentar saja, hanya hingga hangat dan tidak menjadi kering. Jika menggunakan microwave, kalian bisa menambahkan satu es batu atau sedikit saja air di tengah nasi agar tidak menjadi kering saat dihangatkan.
Mengapa nasi dingin lebih baik? karena ketika melalui proses pendinginan, akan terbentuk ikatan hidrogen yang memisahkan digestible starch yang terdapat dalam nasi. Hingga dari digestible starch akan berubah menjadi resistant starch.
Tidak ada perbedaan kalori antara nasi dingin dan nasi panas, tetapi terdapat perbedaan dari penyerapan dalam tubuh yang bereaksi pada nasi. Sehingga nasi dingin akan lebih aman, bagi orang yang mengidap gula darah. (yol/mgg)
Editor : Miftahul Khair