Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kisah Citra Bayunda, Tangkap Peluang Usaha Pastri Gluten-Free dengan Tepung Lokal

Chairunnisya PP • Selasa, 27 Mei 2025 | 13:09 WIB
HANDMADE: Citra membawa nampan berisi pound cake yang bercita rasa segar di kafe miliknya yang berada di kawasan Sidosermo Indah Surabaya.
HANDMADE: Citra membawa nampan berisi pound cake yang bercita rasa segar di kafe miliknya yang berada di kawasan Sidosermo Indah Surabaya.

PONTIANAK POST - Sebagai seorang lulusan interior desain dari ITS, Citra Bayunda awalnya tak terpikirkan untuk terjun ke dunia kuliner. Namun, sebuah percakapan sederhana dengan temannya membuka jalan baginya untuk terjun ke dunia pembuatan pastry, khususnya yang bebas gluten (gluten-free).

Perempuan kelahiran 20 Januari 1982 itu memulai perjalanan kewirausahaannya dari dunia yang sangat berbeda. Cerita dimulai ketika Citra berbincang dengan seorang teman yang memiliki brand bahan makanan yang berfokus pada produk gluten free. Temannya itu meminta Citra untuk mencoba membuat kue dari berbagai tepung gluten free yang diproduksinya.

Citra mulai membuat kue-kue kecil seperti makaroni schotel dan banana bread yang dijual kepada teman-temannya. Melalui bazar-bazar lokal dan komunitas sehat Citra mulai meniti jalannya, meskipun hasil awalnya tidak memuas kan. Trial dan error terus dilakukan Citra sampai menemukan resep yang pas untuk kudapan yang dibikinnya.

“Menggunakan tepung glutenfree itu cukup tricky. Harus dicoba banyak kali sampai menemukan komposisi yang pas,” ujar ibu dua anak itu.

 Baca Juga: Resep Ayam Betutu Sambal Matah Kaya Rempah

Selain itu, salah satu tantangan utama yang Citra hadapi adalah ketersediaan tepung gluten-free yang terbatas di Indonesia. Saat itu, informasi mengenai cara mengolah makanan bebas gluten pun masih minim.

“Penyediaan tepung gluten-free saat itu sangat terbatas, dan saya harus banyak belajar dari sumber-sumber luar negeri. Bahkan saya men coba berbagai tepung, namun akhirnya menemukan tepung beras yang menjadi bahan dasar banyak produk saya,” cerita Citra.

Proses pencarian resep yang tepat juga bukanlah hal yang mudah. Dari percobaan yang gagal hingga pencarian formula yang tepat, Citra terus berinovasi untuk menemukan tekstur dan rasa yang pas. Sampai saat ini produk yang dibikinnya antara lain seperti aneka cake, tartle, tart, quiche pie, kue gulung, donat, pound cake, cookies, dan bitterballen.

Pandemi dan Kesempatan Baru

Saat pandemi melanda, banyak usaha kuliner yang mengalami penurunan drastis. Namun, bagi Citra, justru pandemi memberikan kesempatan untuk mengembangkan bisnisnya.

“Anak-anak saya mulai membantu, dari yang pegang media sosial hingga yang membantu teknis pembuatan produk,” ujarnya.

Dengan bantuan keluarga, Citra mulai memperkenalkan produk-produknya secara lebih luas melalui platform media sosial dan mengikuti bazar-bazar sehat yang semakin banyak diminati masyarakat. Seiring berjalannya waktu, produk-produk Citra mulai mendapatkan perhatian, bahkan hingga ke luar kota seperti Bandung, Jakarta, dan Surabaya.

“Sekarang produk saya sudah sampai di beberapa kafe di kota besar dan banyak orang yang mengenal produk glutenfree saya,” Citra menambahkan.

Keberhasilan Citra dalam mengembangkan produk glutenfree tidak lepas dari keberaniannya untuk menggunakan tepung lokal sebagai bahan utama. “Saya memilih menggunakan tepung lokal seperti mokaf, karena selain mendukung petani lokal, ini juga sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada gandum yang harus diimpor,” katanya.

Citra berharap dengan penggunaan tepung lokal, produk yang dihasilkan dapat lebih terjangkau dan bermanfaat bagi banyak orang. (*/sha/tia/jp)

Editor : Miftahul Khair
#kisah #gluten free #peluang usaha #pastry