PONTIANAK POST – Pecinta kuliner khas Nusantara kini bisa menikmati cita rasa otentik Soto Mie Bogor di Pontianak. Seorang pengusaha asal Jawa Barat bernama Daday menghadirkan kuliner legendaris ini lewat usahanya yang diberi nama “Bapa Aing”.
Soto mie khas Bogor ini merupakan salah satu ikon kuliner kota tersebut selain asinan dan toge goreng. Di Pontianak, soto mie memang masih tergolong asing. Mayoritas masyarakat lebih mengenal soto berkuah santan atau kari, sedangkan soto mie Bogor menawarkan kuah bening berbumbu rempah, tanpa santan.
“Bukan kuah kari atau santan. Resep yang saya gunakan merupakan resep turun-temurun dari tahun 1970,” kata Daday, ditemui di lokasi usahanya di Jalan Purnama II, Rabu (16/7).
Tak tanggung-tanggung, ada 14 jenis rempah digunakan untuk menghasilkan kuah khas ini. Bumbu terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai murni, lada, ketumbar, kemiri, jahe, kunyit, kayu manis, pala, daun salam, serai, daun jeruk, dan lainnya. Proses memasaknya pun unik, menggunakan api kecil selama berjam-jam hingga bumbu mengeluarkan minyak alami.
Dari segi isian, Soto Mie “Bapa Aing” menawarkan berbagai topping mulai dari daging sapi, kikil, jeroan, hingga risol, emping, kentang, dan tomat. Mie kuning dan kol menjadi komponen utama yang menciptakan perpaduan rasa segar dan gurih. Bagi penikmat nasi, soto mie ini juga nikmat disantap bersama nasi putih.
Uniknya, soto mie ini bisa dikonsumsi kapan saja, mulai dari pagi, siang, sore, hingga malam. Kuahnya juga tahan lama dan tetap segar meski disimpan dalam kulkas. Apabila dalam keadaan ini, kuahnya tidak menghasilkan lemak yang mengeras.
Dalam sehari, “Bapa Aing” bisa menjual hingga 100 porsi, dan saat akhir pekan bisa mencapai 160 porsi. Harganya pun ramah di kantong, mulai dari Rp20 ribu per porsi.
Meski baru buka dan belum genap sebulan, kehadiran Soto Mie “Bapa Aing” langsung menarik perhatian. Terutama para perantau asal Jawa Barat yang rindu cita rasa kampung halaman. “Yang sudah tahu rasa soto mie mereka ke sini, ada juga orang yang dari Jawa Barat juga datang ke sini,” tuturnya. (sti)
Editor : Hanif