PONTIANAK POST - Santan, cairan putih kaya lemak ini menjadi pilihan utama sebagian orang Indonesia untuk menjadi bahan masakan.
Namun, banyak yang menganggapnya sebagai penyebab kolesterol tinggi.
Padahal, dr Widy Helen, dalam sebuah unggahan video TikTok resminya, mengatakan Sari pati kelapa ini sebenarnya nol kolesterol.
Namun, cara memasak yang keliru dapat membuat santan berubah menjadi pemicu penyakit.
Berikut penjelasan dan tips agar tetap aman dikonsumsi.
Penyebab Santan Menimbulkan Penyakit
1. Dimasak terlalu lama
Banyak orang yang tidak sadar bahwa bahan masakan ini bisa berubah sifat kandungan baiknya saat dimasak terlalu lama.
Bahkan, bisa berubah menjadi penyebab masalah pencernaan.
Dr. Widy Helen menyebut bahwa sebaiknya cukup dimasak maksimal 3 menit.
2. Dipanaskan berulang kali
Selain dimasak terlalu lama, dipanaskan berulang kali juga dapat membuat struktur lemak santan berubah.
Olahan yang dipanaskan berkali-kali akan lebih sulit dicerna tubuh.
Akibatnya, bisa meningkatkan risiko penyakit metabolik.
3. Dimasak bersama dengan makanan tinggi lemak
Kombinasi santan dengan lemak tinggi bisa meningkatkan risiko kolesterol jahat.
Misalnya daging berlemak, babat, kikil dan jeroan.
Jika dikonsumsi berlebihan, tubuh menjadi lebih rentan terkena penyakit.
Tips Memasak Santan Agar Tetap Sehat
Santan sebenarnya sehat, tapi cara masaknya yang salah.
Karena itu, penting sekali mengetahui batasan dalam mengolahnya.
Dilansir dari Hipwee, ada beberapa cara agar Santan tetap bisa dikonsumsi dengan aman dan sehat.
1. Biasakan Memasak Secukupnya untuk Sekali Makan Habis
Dengan begitu, tidak ada drama memanaskan berulang kali.
Cara ini juga membuat masakan lebih segar.
2. Masukkan saat Proses Akhir Memasak
Hal ini bertujuan menjaga kandungan alami tetap baik.
Selain itu, rasa masakan tetap gurih dan tidak cepat basi.
3. Masak dengan Api Kecil
Api yang terlalu besar bisa membuat olahan ini pecah.
Jika pecah, itu menandakan perubahan struktur minyaknya.
Masak dengan sabar, aduk perlahan agar tetap stabil.
4. Hindari Mencampur dengan Bahan Berlemak Tinggi
Jika ingin lebih sehat, pilih daging tanpa lemak atau sayuran.
Masakan dengan tambahan sayuran tetap enak dan bergizi.
5. Tidak Konsumsi Berlebihan, Imbangi dengan Makanan Berserat Tinggi
Santan sebaiknya dianggap sebagai variasi, bukan menu utama setiap hari.
Jika ingin alternatif, gunakan bahan pengganti.
Susu kedelai bisa menjadi pilihan yang lebih ringan.
Susu Kemiri, kacang mete, dan almond juga bisa menghasilkan kuah gurih.
Penutup
Dengan trik sederhana, cairan kental dari kelapa ini bisa tetap aman dikonsumsi tanpa takut kolesterol.
Kuncinya ada pada cara memasak, porsi yang seimbang, serta pilihan bahan pendamping yang tepat.
Jadi, jangan buru-buru menyalahkan santan-yang perlu diubah adalah cara kita mengolahnya. (dta/mgg)
Editor : Miftahul Khair