PONTIANAK POST - Bagi banyak orang, aroma kopi di pagi hari seolah mampu membangunkan semangat sebelum mata benar-benar terbuka. Uniknya, perasaan tenang dan fokus itu bisa muncul meskipun kita tidak meminumnya sama sekali.
Ternyata, ada penjelasan ilmiah dibalik fenomena ini. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa bau khas biji hitam memiliki efek psikologis dan fisiologis nyata pada tubuh manusia mulai dari menurunkan stres hingga memperbaiki suasana hati.
Riset-riset yang dilakukan oleh berbagai lembaga, seperti National Center for Biotechnology Information (NCBI) dan Coffee & Health, membuktikan bahwa hanya dengan mencium bau khas biji hitam, otak kita dapat memberikan respons positif yang menyerupai efek dari kafein itu sendiri.
Cara Wangi Kopi Bekerja di Otak
Dirujuk dari penelitian yang berjudul Effect of one time coffee fragrance inhalation on working memory, mood, and salivary cortisol level menjelaskan bahwa bau khas biji hitam dapat mempengaruhi bagian otak yang mengatur emosi, perhatian, dan memori, yaitu sistem limbik dan hipokampus.
Ketika partisipan menghirup bau khas biji hitam selama beberapa menit, para peneliti mencatat peningkatan kemampuan memori kerja dan penurunan kadar kortisol, yaitu hormon yang biasanya meningkat saat seseorang merasa stres.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa partisipan merasa lebih segar dan termotivasi setelah terpapar bau khas kopi, meskipun tanpa konsumsi kafein. Hal ini menunjukkan bahwa efek wangi kopi tidak hanya psikologis, tetapi juga biologis.
Aroma Kopi Dapat Menurunkan Stres dan Kecemasan
Dalam penelitian lain yang diterbitkan oleh NCBI berjudul The calming effect of roasted coffee aroma in patients undergoing dental treatment, para ilmuwan meneliti pengaruh bau khas kopi terhadap pasien yang sedang menjalani prosedur gigi situasi yang umumnya menimbulkan stres.
Hasilnya, pasien yang menghirup bau khas biji hitam panggang menunjukkan penurunan kadar enzim α-amylase dan hormon kortisol dalam air liur. Keduanya merupakan indikator biologis stres.
Selain itu, detak jantung pasien juga cenderung lebih stabil, dan mereka melaporkan perasaan lebih tenang dibandingkan kelompok kontrol.
Temuan ini memperkuat gagasan bahwa bau khas biji hitam bisa berfungsi seperti terapi alami, membantu tubuh beradaptasi dengan stres melalui pengaruh langsung pada sistem saraf.
Aroma Kopi dan Manfaatnya untuk Fokus Belajar
Penelitian terbaru dari Coffee & Health (2024) yang berjudul The use of coffee aroma for stress reduction in postgraduate dental students menyoroti efek bau khas kopi pada mahasiswa pascasarjana yang menghadapi tekanan akademik tinggi.
Kelompok mahasiswa yang rutin terpapar bau khas biji hitam selama masa belajar mengalami penurunan tingkat kecemasan, denyut nadi yang lebih stabil, dan peningkatan konsentrasi.
Para peneliti menjelaskan bahwa bau khas biji hitam mengandung senyawa volatil aromatik seperti furans, pyrazines, dan phenols senyawa alami yang dihasilkan saat biji hitam disangrai.
Ketika dihirup, senyawa-senyawa ini menstimulasi sistem olfaktori (penciuman) yang berhubungan langsung dengan area otak pengatur mood, seperti amygdala dan hypothalamus.
Hasilnya, tubuh merespons dengan menurunkan ketegangan dan menciptakan sensasi tenang.
Kopi dijadikan Aromaterapi
Dari berbagai temuan tersebut, bau khas kopi kini mulai dipertimbangkan sebagai salah satu bentuk aromaterapi modern.
Beberapa rumah sakit dan klinik di Jepang bahkan telah menguji penggunaan bau khas biji hitam di ruang tunggu pasien untuk mengurangi ketegangan sebelum perawatan.
Bau khas kopi juga mulai digunakan dalam produk lilin aromaterapi, diffuser, hingga parfum ruangan yang mengusung konsep “calming and energizing scent”.
Kombinasi antara efek menenangkan dan menyegarkan membuat kopi menjadi pilihan yang unik dibanding aroma bunga atau herbal. (*)
Editor : Miftahul Khair