PONTIANAK POST - Menyiapkan menu sarapan dan bekal sering menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat.
Karena itu, meal preparation atau meal prep menjadi solusi praktis agar waktu memasak lebih singkat tanpa mengorbankan kualitas makanan.
Salah satu cara yang banyak dilakukan adalah memotong lalu menyimpan sayur di freezer agar bisa langsung diolah saat pagi hari.
Namun, banyak orang masih khawatir apakah cara tersebut aman dan tetap menjaga kandungan gizinya.
Baca Juga: Tips Hemat Dapur dengan Food Preparation dan Memasak Sekali Banyak
Teknik Setengah Matang yang Aman
Registered Nutritionist Healthy Go Catering, Melliana Eka Cahyani STrGz menjelaskan bahwa teknik memasak sayur setengah matang atau parcooking pada dasarnya aman dilakukan sebelum pembekuan.
“Pada prinsipnya aman selama dilakukan dengan teknik yang tepat. Masalah utamanya pengendalian suhu setelah dimasak,” ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Menurut Melliana, proses pemanasan singkat sebelum pembekuan justru membantu menonaktifkan enzim alami yang dapat merusak warna, rasa, dan kualitas gizi selama penyimpanan.
Baca Juga: Tips Membersihkan Dinding Dapur dari Minyak dan Noda Masakan dengan Bahan Sederhana
Karena itu, sayur yang sudah dimasak singkat harus segera didinginkan dan disimpan dalam wadah kedap udara. Sayur juga tidak boleh dibiarkan terlalu lama di suhu ruang.
“Jika tidak segera disimpan dalam freezer bersuhu -18 derajat Celcius, risiko pertumbuhan bakteri tetap ada,” jelasnya.
Melliana menambahkan, suhu freezer yang stabil sangat penting untuk menjaga keamanan pangan.
Jika disimpan pada suhu -18 derajat Celcius, sayur beku tetap aman secara mikrobiologis hingga beberapa bulan.
Selain praktis, cara ini membantu mempermudah penyediaan menu sahur harian tanpa perlu terlalu lama menyiapkan bahan makanan di pagi hari. (*)
Editor : Chairunnisya