PONTIANAK POST – Cabai menjadi salah satu bahan dapur yang hampir selalu digunakan dalam masakan Indonesia. Mulai dari sambal, tumisan, hingga berbagai hidangan khas Nusantara, cabai kerap menjadi pelengkap yang sulit dipisahkan dari keseharian masyarakat.
Karena sering digunakan, banyak orang memilih membeli cabai dalam jumlah cukup banyak sekaligus. Apalagi saat harga sedang murah, menyimpan stok cabai dianggap lebih hemat dibanding harus membeli sedikit demi sedikit.
Namun, cabai termasuk bahan pangan yang cukup mudah rusak. Dalam beberapa hari saja, cabai bisa mulai layu, mengerut, bahkan membusuk jika tidak disimpan dengan cara yang tepat.
Baca Juga: Hindari Sayuran Basi! Ini Cara Menyimpan Sayuran Rebus dengan Benar
Kondisi ini tentu membuat banyak orang merasa rugi karena sebagian cabai terpaksa dibuang sebelum sempat digunakan.
Padahal, ada beberapa cara sederhana yang dapat membantu menjaga kesegaran cabai lebih lama. Salah satunya dengan memanfaatkan bahan dapur yang hampir selalu tersedia di rumah, yakni bawang putih.
Melansir dari Sajian Sedap dan berbagai panduan penyimpanan bahan pangan, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar cabai tetap segar dan tidak cepat busuk.
Mengapa Cabai Cepat Busuk?
Cabai mengandung kadar air yang cukup tinggi sehingga rentan mengalami pembusukan ketika disimpan dalam kondisi terlalu lembap.
Baca Juga: 5 Cara Efektif Menyimpan Ikan di Kulkas Agar Tetap Segar dan Tahan Lama
Selain itu, cabai yang terluka, memar, atau sudah mulai membusuk dapat mempercepat kerusakan pada cabai lain yang disimpan dalam wadah yang sama.
Faktor suhu penyimpanan yang tidak tepat juga menjadi salah satu penyebab utama cabai cepat layu dan kehilangan kesegarannya.
Karena itu, pemilihan bahan dan metode penyimpanan sangat menentukan daya tahan cabai.
1. Pilih Cabai yang Masih Segar
Langkah pertama yang tidak boleh diabaikan adalah memilih cabai dengan kualitas terbaik.
Pilih cabai yang masih segar, berwarna cerah, dan memiliki kulit yang mulus. Hindari cabai yang sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan seperti bintik hitam, memar, atau kerutan pada permukaannya.
Cabai yang mulai busuk dapat mempercepat proses pembusukan pada cabai lain di sekitarnya.
Baca Juga: Jangan Salah, Begini Cara Menyimpan Sepatu yang Benar dan Awet
2. Cuci dan Keringkan dengan Benar
Sebelum disimpan, cabai sebaiknya dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran yang menempel.
Namun, langkah yang tidak kalah penting adalah memastikan cabai benar-benar kering sebelum dimasukkan ke dalam wadah penyimpanan.
Kelembapan berlebih menjadi salah satu penyebab utama tumbuhnya jamur dan bakteri yang memicu pembusukan.
Gunakan kain bersih atau tisu dapur untuk mengeringkan cabai setelah dicuci.
Baca Juga: Rahasia Tempe Tahan Lama! Begini Cara Menyimpannya dengan Benar!
3. Tambahkan Bawang Putih di Dalam Wadah
Salah satu trik yang cukup populer adalah menyimpan cabai bersama beberapa siung bawang putih.
Bawang putih dikenal memiliki sifat antimikroba alami yang dipercaya dapat membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan.
Caranya cukup mudah. Letakkan beberapa siung bawang putih utuh di dalam wadah penyimpanan cabai.
Meski bukan pengawet dalam arti sebenarnya, metode ini banyak digunakan sebagai cara sederhana untuk membantu menjaga kualitas bahan pangan lebih lama.
4. Gunakan Wadah yang Tepat
Pemilihan wadah penyimpanan juga berpengaruh terhadap kesegaran cabai. Gunakan wadah tertutup seperti kotak makanan, toples, atau kantong plastik yang memiliki ventilasi kecil.
Jika menggunakan plastik, buat beberapa lubang kecil agar sirkulasi udara tetap berjalan dan kelembapan tidak terjebak di dalam wadah.
Kondisi yang terlalu lembap dapat mempercepat munculnya jamur dan membuat cabai cepat membusuk.
Baca Juga: Ternyata Begini Cara Menyimpan Terong Agar Tahan Lama, Dijamin Ampuh!
5. Simpan di Dalam Kulkas
Menyimpan cabai di lemari pendingin menjadi salah satu cara paling efektif untuk memperpanjang masa simpannya.
Letakkan cabai di rak bagian bawah kulkas atau laci khusus sayuran yang memiliki suhu lebih stabil.
Suhu dingin membantu memperlambat proses pembusukan dan menjaga kesegaran cabai lebih lama.
Namun, hindari menyimpannya di freezer jika ingin mempertahankan tekstur segar. Suhu yang terlalu rendah dapat membuat cabai menjadi lembek setelah dicairkan.
Baca Juga: Cara Menyimpan Tempe agar Awet dan Lezat Lebih Lama
6. Jauhkan dari Buah Penghasil Gas Etilen
Tidak banyak yang menyadari bahwa beberapa buah menghasilkan gas etilen yang dapat mempercepat pematangan dan pembusukan bahan pangan lain.
Buah seperti pisang, apel, alpukat, dan tomat termasuk penghasil gas etilen yang cukup tinggi. Karena itu, simpan cabai di tempat terpisah agar tidak cepat layu atau membusuk.
7. Ambil Secukupnya Saat Digunakan
Untuk menjaga kualitas stok cabai yang tersisa, ambil cabai sesuai kebutuhan saat akan memasak.
Hindari terlalu sering membuka wadah penyimpanan dalam waktu lama karena dapat meningkatkan kelembapan dan memengaruhi kesegaran cabai.
Cara sederhana ini membantu cabai bertahan lebih lama dan mengurangi risiko terbuang sia-sia.
Cabai dapat tetap segar hingga berminggu-minggu jika disimpan dengan cara yang tepat. Selain menghemat pengeluaran rumah tangga, cara ini juga membantu mengurangi limbah makanan yang sering terjadi akibat bahan dapur yang terlanjur membusuk sebelum digunakan. (*)
Editor : Miftahul Khair