PONTIANAK POST - TasteAtlas kembali merilis daftar 9 Kopi Indonesia Terbaik 2026, dengan Gayo Kopi Luwak asal Aceh menempati peringkat pertama berkat cita rasa khas, proses fermentasi alami, dan reputasinya di pasar kopi dunia.
Pembaruan daftar 9 Best Indonesian Coffees yang dirilis pada Rabu (19/7/2026) menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu penghasil kopi premium dengan keragaman karakter rasa dari berbagai daerah.
Gayo Kopi Luwak Pertahankan Reputasi
Informasi yang dihimpun Pontianak Post dari berbagai sumber, Gayo Kopi Luwak berasal dari Dataran Tinggi Gayo, Aceh, dan diproduksi melalui proses fermentasi alami oleh luwak liar yang menghasilkan profil rasa unik dengan tingkat keasaman seimbang serta aroma yang khas.
Produsen Kopi Gayo juga menerapkan praktik pengambilan kopi luwak dari satwa liar tanpa dikurung sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan hewan.
Baca Juga: Kopi Kojal Kalbar Belum Masuk Daftar 9 Kopi Terbaik TasteAtlas 2026: Juaranya dari Sumatera
Selain Musang Luwak, proses alami tersebut melibatkan spesies lain seperti Musang Bulan dan Binturong yang menjadi bagian dari ekosistem kawasan hutan Gayo.
Keberhasilan Kopi Gayo di tingkat internasional turut mendapat perhatian pemerintah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan harga Kopi Gayo di tingkat petani kini mencapai sekitar Rp110 ribu per kilogram, naik signifikan dibandingkan sebelumnya sekitar Rp50 ribu per kilogram.
"Nah ini tadi kami dengar harganya justru Rp110 ribu per kilogram, dulu Rp50 ribu per kilogram. Nah ini harga naik, ini harga harus dijaga," kata Amran saat kunjungan kerja di Desa Rimba Raya, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (14/7), seperti dikutip dari Antara.
Baca Juga: Kopi Kojal Kayong Utara Tembus Pasar Dunia Lewat World of Coffee Bangkok 2026
Menurut Amran, pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga, meningkatkan produksi, serta memperbaiki tata niaga agar nilai tambah industri kopi lebih banyak dinikmati para petani.
Mentan mengungkapkan, pemerintah telah mengalokasikan bantuan pengembangan kopi di Aceh seluas sekitar 17 ribu hektare dengan total 17 juta batang bibit kopi.
Berdasarkan laporan pemerintah daerah, program tersebut diperkirakan mampu meningkatkan pendapatan pekebun hingga Rp4 triliun.
Dominasi Kopi Nusantara
Selain Gayo Kopi Luwak, TasteAtlas juga memasukkan berbagai kopi unggulan dari Bali, Sumatera Utara, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, Jawa Tengah, hingga Mandailing ke dalam daftar terbaik tahun ini.
Baca Juga: Ketum HIPMI Kalbar Apresiasi Perkembangan Kopi Liberika Kayong Utara
Keberagaman tersebut menunjukkan setiap daerah di Indonesia memiliki karakter kopi yang berbeda, mulai dari aroma floral, cita rasa buah, hingga sentuhan cokelat dan rempah yang menjadi ciri khas kopi Nusantara.
Masuknya berbagai kopi dari sejumlah provinsi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil specialty coffee yang semakin diminati pasar internasional.
Di sisi lain, meningkatnya apresiasi terhadap kopi Indonesia turut membuka peluang lebih besar bagi petani untuk memperoleh nilai jual yang lebih baik sekaligus mendorong pengembangan perkebunan kopi berkelanjutan.
Daftar terbaru TasteAtlas menjadi salah satu referensi yang memperkenalkan kekayaan kopi Indonesia kepada penikmat kopi dunia sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar global.
Sembilan Kopi Terbaik Indonesia Versi TasteAtlas 2026
| Peringkat | Nama Kopi |
|---|---|
| 1 | Gayo Kopi Luwak (Aceh) |
| 2 | Akasa Coffee Honey (Kintamani, Bali) |
| 3 | Wahana Estate Indonesia Sumatra Sidikalang (Sumatera Utara) |
| 4 | Seven Bika Coffee Java Preanger (Jawa Barat) |
| 5 | Toarco Toraja Sulawesi Toraja Peaberry (Sulawesi Selatan) |
| 6 | Puntang Coffee Arabica Wine (Jawa Barat) |
| 7 | El's Coffee Kopi Lampung (Lampung) |
| 8 | Kopi Luwak Coffee Arabica (Jawa Tengah) |
| 9 | Mandailing Estate Coffee (Sumatera Utara) |
Editor : Efprizan