PONTIANAK POST — Membuat minuman matcha ala kafe di rumah tidak harus bermodal mesin mahal. Dengan bubuk matcha, susu, vanila, dan krim keju, segelas minuman berlapis bisa diracik sendiri. Bonusnya, tingkat manis dapat diatur tanpa perlu berpesan, “gulanya sedikit saja, ya.”
Salah satu kombinasi yang menarik dicoba adalah Matcha Vanilla Cheese Foam, atau lebih sederhana disebut es matcha vanila krim keju. Karakter teh berpadu dengan aroma vanila dan lapisan krim yang gurih, menghadirkan sensasi minuman sekaligus pencuci mulut.
Keunikannya terletak pada tiga sentuhan matcha: dalam minuman utama, campuran krim keju, dan taburan di permukaan. Istilah triple matcha di sini merujuk pada tiga penggunaannya, bukan berarti takaran teh harus dilipatgandakan.
Inspirasi racikan ini datang dari Nong Mo Xiang Cao Zi (浓抹香草籽), varian CHAGEE yang diperkenalkan di China pada September 2026. Materi pengenalannya menyebut kombinasi matcha, lapisan krim keju matcha, taburan matcha, serta vanila Bourbon asal Madagaskar.
Resep berikut merupakan adaptasi rumahan, bukan formula resmi gerai tersebut. Bahannya disederhanakan agar mudah diracik di dapur Indonesia.
Kenali Matcha Sebelum Mengocoknya
Matcha bukan sekadar nama untuk semua bubuk teh berwarna hijau. Dalam pengolahan matcha Jepang, daun teh yang ditanam dengan penaungan diproses menjadi tencha, lalu digiling menjadi bubuk halus. Penaungan membantu membentuk warna hijau dan karakter gurih atau umami.
Untuk resep ini, pilih bubuk dengan komposisi 100 persen matcha. Produk bertuliskan “matcha latte” atau “minuman rasa matcha” perlu diperiksa karena bisa sudah mengandung gula, krimer, atau bahan lain.
Tidak perlu terpaku pada produk termahal. Produsen teh Jepang Ippodo menyarankan pilihan matcha untuk latte berdasarkan karakter rasanya, termasuk jenis dengan sedikit sepat yang dapat berpadu dengan manis alami susu.
Bahan dan Peralatan
Resep minuman berikut untuk satu gelas besar berukuran sekitar 400–500 ml. Adonan krim kejunya dapat dibagi untuk sekitar dua gelas jika digunakan sebagai lapisan tipis.
Bahan minuman:
-
3 gram bubuk matcha murni.
-
50–60 ml air hangat bersuhu 70–80 derajat Celsius.
-
150 ml susu UHT atau susu pasteurisasi full cream.
-
15–25 ml sirup gula, atau sesuai selera.
-
½ sendok teh ekstrak atau pasta vanila sebagai takaran awal; sesuaikan dengan petunjuk produk.
-
Es batu secukupnya.
Ekstrak atau pasta vanila dapat diganti dengan biji dari sekitar ¼–½ batang vanila, bergantung ukuran dan intensitas aromanya.
Bahan krim keju matcha:
-
50 ml whipping cream cair dingin tanpa pemanis.
-
30 gram cream cheese.
-
20 ml susu cair.
-
8–10 gram gula pasir berbutir halus.
-
½ sendok teh bubuk matcha, diayak.
-
Sejumput kecil garam.
Siapkan pula sedikit matcha untuk taburan. Jika krim yang digunakan sudah manis, kurangi gula pada adonan.
Peralatannya cukup mangkuk, saringan halus, sendok, dan pengocok. Chasen atau pengocok bambu bisa digunakan untuk matcha, sedangkan pengocok tangan kecil atau mikser membantu membuat krim keju.
1. Buat Krim Keju Terlebih Dahulu
Lembutkan cream cheese dengan spatula, kemudian tambahkan gula. Tuangkan susu sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan halus.
Campurkan matcha yang telah diayak dan sejumput garam. Setelah warnanya merata, masukkan whipping cream dingin, lalu kocok sampai mengental.
Patokannya sederhana: ketika sendok diangkat, krim masih jatuh perlahan. Hentikan pengocokan sebelum teksturnya kaku seperti krim penghias kue.
Jika terlalu kental, tambahkan susu sedikit demi sedikit. Simpan di kulkas selama menyiapkan minuman.
Gunakan sebagian adonan sebagai topping. Tidak perlu memaksakan semuanya masuk ke satu gelas; lapisan terlalu tebal dapat menutupi karakter teh.
2. Ayak dan Kocok Matcha
Ayak 3 gram matcha ke dalam mangkuk. Langkah kecil ini membantu mencegah gumpalan yang mengganggu saat diminum.
Marukyu Koyamaen menjelaskan, partikel matcha yang sangat halus cenderung berkumpul menjadi gumpalan sehingga pengayakan dianjurkan sebelum penyajian.
Tambahkan 50–60 ml air hangat. Kocok dengan gerakan cepat menyerupai huruf W atau M hingga tercampur rata dan muncul busa halus.
Sebagai pembanding, panduan latte Ippodo menggunakan air bersuhu 80 derajat Celsius dan gerakan pengocokan berbentuk M. Takaran air dalam resep rumahan ini dibuat lebih sedikit agar tersedia ruang untuk susu, es, dan topping.
Jika menggunakan milk frother, pilih wadah cukup tinggi dan pastikan kepala pengocok terendam sebelum dinyalakan. Matcha sebaiknya menghijaukan minuman, bukan meja dapur.
3. Racik Susu Vanila
Campurkan susu, vanila, dan 15 ml sirup gula terlebih dahulu. Aduk dan cicipi sebelum menambah pemanis, sebab lapisan krim juga sudah mengandung gula.
Jika memakai batang vanila, belah memanjang, kerok bijinya, lalu campurkan ke susu. Bintik-bintik kecil yang terlihat berasal dari biji vanila.
Pasta vanila juga bisa memberi tampilan berbintik karena beberapa produk mengandung biji vanila. Periksa komposisi dan petunjuk penggunaan karena kadar gula serta kekuatan aromanya berbeda antarproduk. Produsen bahan pangan Queen menyebut pasta vanila dapat digunakan dalam minuman seperti smoothie dan milkshake.
Vanila cukup menjadi pendamping. Jika aromanya terlalu kuat sejak susu belum dicampur matcha, kurangi takarannya pada racikan berikutnya.
4. Susun Lapisan dalam Gelas
Masukkan es secukupnya, kemudian tuangkan susu vanila. Sisakan ruang untuk matcha dan krim.
Tuangkan matcha perlahan di atas es atau melalui punggung sendok agar tidak langsung bercampur seluruhnya. Setelah itu, tambahkan krim keju matcha sesuai selera.
Gradasi putih dan hijau bisa berbeda-beda, bergantung jumlah es, suhu bahan, serta cara menuang. Jika lapisannya sedikit menyatu, minuman tetap dapat dinikmati.
5. Taburi Tipis, Lalu Sajikan
Ayak sedikit matcha di atas krim. Cukup selapis tipis untuk memberi aroma dan sentuhan warna.
Taburan terlalu banyak dapat membuat permukaan terasa bertepung dan tegukan pertama terlalu pahit. Ingat, matcha sudah hadir dalam dua bagian lainnya.
Coba teguk langsung dari bibir gelas agar krim dan minuman bertemu dalam satu tegukan. Setelah itu, aduk jika menginginkan rasa yang lebih merata. Tidak ada kewajiban mempertahankan lapisan cantik sampai gelas kosong.
Fakta Unik: “Bourbon” pada Vanila Bukan Nama Wiski
Nama vanila Bourbon sering mengundang salah paham. Menurut Queen, istilah tersebut berkaitan dengan wilayah asal vanila di kepulauan Samudra Hindia, termasuk Madagaskar dan Réunion. Nama Bourbon berasal dari sebutan lama Réunion, yaitu Île Bourbon.
Dengan demikian, nama itu sendiri tidak berarti vanila dicampur wiski. Namun, komposisi ekstrak tetap perlu diperiksa karena alkohol dapat digunakan dalam proses ekstraksinya.
Untuk versi rumahan, vanila asal Madagaskar bukan keharusan. Gunakan produk yang tersedia dan sesuai selera, lalu sesuaikan takarannya.
Kalau Hasilnya Belum Pas, Periksa Ini
Beberapa penyesuaian sederhana dapat membantu memperbaiki racikan berikutnya:
-
Matcha menggumpal: ayak sebelum digunakan dan kocok bersama air terlebih dahulu, baru gabungkan dengan susu.
-
Rasa teh tertutup: kurangi vanila atau ketebalan topping sebelum menambah bubuk matcha.
-
Terlalu manis: kurangi sirup pada minuman dan periksa apakah krim atau pasta vanila sudah mengandung gula.
-
Krim terlalu kental: tambahkan susu sedikit demi sedikit sampai dapat mengalir perlahan.
-
Rasa cepat encer: gunakan susu dingin dan hindari menuangkan matcha yang masih sangat panas langsung ke tumpukan es.
Ubah satu komponen setiap kali mencoba. Dengan begitu, lebih mudah mengetahui takaran yang paling sesuai.
Satu Resep, Beberapa Pilihan
Untuk versi praktis, hilangkan krim keju dan sajikan sebagai es matcha vanila latte. Bahan lebih sedikit dan prosesnya lebih singkat.
Jika ingin versi hangat, gunakan susu yang telah dihangatkan, tanpa es dan tanpa topping. Untuk variasi rasa, sebagian sirup gula dapat diganti sirup gula aren. Mulailah sedikit karena aromanya akan ikut mengubah karakter minuman.
Susu oat atau kedelai juga dapat digunakan. Namun, mengganti susu utama saja belum membuat resep sepenuhnya nabati: cream cheese dan whipping cream juga perlu diganti dengan produk nabati, atau topping tersebut dihilangkan.
Simpan Bubuknya, Jaga Aromanya
Kelezatan racikan berikutnya juga ditentukan oleh penyimpanan bahan. Tutup kemasan matcha rapat, jauhkan dari panas, cahaya, kelembapan, dan bahan beraroma kuat.
Jika disimpan dalam kulkas sesuai petunjuk produsen, biarkan kemasan yang masih tertutup mencapai suhu ruang sebelum dibuka. Marukyu Koyamaen menyarankan langkah ini untuk membantu mencegah kelembapan membuat bubuk menggumpal.
Sementara itu, rakit minuman ketika hendak disajikan agar es belum banyak mencair dan tekstur krim masih terjaga. Foto sebentar boleh; jangan sampai sesi pemotretan lebih lama daripada menikmati matchanya.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro