“Kejadian yang dikomplainkan oleh akun srilestari_98 tersebut terjadi pada tanggal 23 februari sekitar tengah malam. Bila disampaikan bahwa RSUD Landak di IGD itu pelayanannya lalai atau kosong, saya sampaikan tidak benar, kalau pun kosong karena itu tidak ada pasien pada menit-menit itu, berapa menit sebelumnya ada dan setelahnya juga petugas ada. Harapannya kepada masyarakat yang pertama kami mohon maaf apabila karena kasus ini jadi ada ketidaknyamanan, bagaimana pun RSUD Landak itu adalah milik masyarakat kabupaten Landak, kami-kami ini adalah pelayan bapak dan ibu sekalian sehingga kami berusaha melayani. Setiap masukan, kritik atau apapun itu kami terima agar kami bisa membangun pelayanan di RSUD Landak ini dengan sebaik-baiknya,” ucap Wahyu kepada wartawan pada Jumat (25/2).
dr. Wahyu dalam konferensi pers tersebut juga memperlihatkan tayangan video dari CCTV RSUD Landak terkait keluhan warga tersebut saat memberikan pelayanan kepada pasien yang waktu itu mau melahirkan, terlihat bahwa pesien yang datang ke RSUD Landak langsung ditangani oleh tenaga kesehatan serta dibawa ke ruang persalinan untuk dilakukan pertolongan kelahiran.
“Jadi dari postingan tersebut yang mengatakan IGD kosong dan tidak ada petugas dari satpam, dokter dan perawat tidak ada. Dari pantauan CCTV kami pada saat pasien datang ada satpam, namun mereka mengeluhkan satpam laki-laki tidak mau membantu pasien perempuan, karena memang kebijakan di rumah sakit kami karena satpam itu bukan nakes saya memang memerintahkan untuk berhati-hati untuk menyentuh pasien oleh karena itu setiap sift security kami menyiapkan satpam yang perempuan. Melihat bahwa pasien dalam kondisi sadar, bisa bergerak dari CCTV ini security memanggil rekannya yang perempuan dan bisa dilihat dari waktunya itu tidak lama, dan menurut kami itu masih dalam kewajaran karena kurang dari 5 menit,” ungkap wahyu. (mif) Editor : Syahriani Siregar