Awal mula keterlibatan warga dalam kejadian pada Rabu (8/2), menurut Kades, bermula pada pukul 18.58 WIB. Saat itu, ia mendapat kiriman pesan suara dari grup Whatsapp yang berisi informasi bahwa ada seorang bandar narkoba yang melarikan diri dari Desa Darit Kecamatan Menyuke menuju ke Desa Pakumbang Kecamatan Sompak. Setelahnya, ia mengonfirmasi info itu kepada Kapolsek Mempawah Hulu Ipda M Edi. Kapolsek membenarkan informasi tersebut.
Ia lalu meneruskan informasi tersebut kepada grup Whatsapp Pakumbang Informasi. Setelah itu, ada berbagai komentar pemuda di dalam grup tersebut yang mengatakan, bahwa mobil bandar narkoba itu sedang menuju Desa Tapang.
“Pikir saya kalau dia ke Desa Tapang, berarti buntu. Tidak tembus kemana-mana. Jadi saya tanyakan warga Desa Tapang, tepatnya di Dusun Awe, memang benar ada Mobil Honda HRV warna hitam nopol KB 1120 QZ. Saya koordinasi dengan Pak Kapolsek M Edi, benar ada di Dusun Awe, Desa Tapang. Kalau daerah sana buntu. Kapolsek menginstruksikan untuk menahan pelaku. Tetapi, orang yang membawa mobil, bandar narkoba itu pakai senjata. Warga disuruh berhati-hati,” katanya di Sompak, saat dihubungi Pontianak Post lewat telepon.
Ia lalu berkoordinasikan dengan seorang saudara yang bertugas di Polsek Mandor. Polisi sedang menutup jalan Desa Sebadu dan Desa Andeng. Karena dua jalan itu tembus menuju Pakumbang. Tidak lama kemudian, ketua BPD Desa Tapang datang ke Desa Pakumbang. Ia mengatakan telah melihat orang dan mobil yang cocok dengan ciri-ciri pelaku. Ia menyebut, pelaku itu sedang duduk di sebuah warung di Dusun Awe Desa Tapang.
“Saya bilang, sesuai instruksi polisi, kalau dia sudah jalan lagi, beri kabar ke warga di Pakumbang. Diikuti saja. Kita takut soalnya dia bawa senjata di dalam mobil. Jadi setelah itu, saya mendapat kabar dari Sekdes Pakumbang bahwa mobil itu menuju ke arah Pakumbang, kami diminta siap-siap. Tadinya warga menghadang jalan raya menggunakan kayu. Namun saya menyarankan untuk menutup jalan menggunakan dump truck,” katanya.
Tak lama kemudian, personel Polsek Mandor, Polsek Mempawah Hulu dan Polres Landak mendatangi lokasi blokade jalan tersebut. Pihaknya lalu mensterilkan lokasi, ditakutkan akan ada baku tembak. Maklum, kata dia, warga kampung akan berkumpul untuk membantu.
Mobil pelaku tersebut lalu datang sekitar pukul 20.00 WIB. Ia dan Kepala Dusun Bale sempat berbicara dengan pelaku. Ia menyetop mobil di tengah jalan.
“Ada apa ini? Tujuan mau kemana? Saya bilang begitu. Saya memang ada lihat senjata laras panjang jenis air softgun di dalam mobil. Dia menjawab ‘saya boleh jalan kah? Jalan menuju senakin mana?’ kata pelaku. Lalu Kadus Bale jawab dengan ‘maju saja’ kata Kadus,” jelas Kades.
Ia mengatakan, mobil itu lalu melanjutkan lajunya. Sekitar beberapa meter setelah ia berhentikan, polisi melepaskan dua kali tembakan peringatan.
“Mobil lalu tancap gas, berbelok menuju gang sempit yang tidak bisa dilalui oleh mobil. Mobil tancap gas menuju keramaian masyarakat yang menonton di pinggir jalan. Itu yang buat masyarakat geram. Kami kejar, mobil sudah masuk ke parit,” cerita Kades.
Saat itu, jarak pelaku dan warga sekitar 80 meter. Cukup jauh namun masih terlihat karena terang bulan. Warga dan anggota Polres Landak mengejar pelaku. Tapi pelaku tidak tertangkap, ia keluar mobil dan kabur menuju hutan di sekitar lokasi. Saat itu juga, ada dua warga yang terperosok ke parit karena menghindari mobil yang melaju kencang tersebut,” katanya.
Setelah itu, kata dia, anggota Polres Landak membuntuti pelaku sedangkan warga lain memotong jalan memutar untuk mencegat pelaku. Ia memperkirakan luas hutan tempat pelaku melarikan diri sekitar 5 Ha. Gelombang pertama pencarian tidak membuahkan hasil. Terlebih karena warga tidak membawa penerangan untuk menembus gelapnya hutan.
Di saat bersamaan, mobil sudah diamuk massa.
“Saya sampai naik mobil. Saya teriak tolong jangan dibakar. Karena ini barang bukti,” katanya.
Pihaknya pun mengamankan barang-barang di mobil yang bisa saja dicuri. Seperti empat buah ban, dan barang lainnya. Ia pun menyayangkan beberapa postingan di media sosial yang mengatakan bahwa ban mobil dicuri warga.
“Itu kami amankan. Ada video juga untuk bukti. Yang memposting bahwa ban mobil dicuri pun sudah kami hubungi. Mereka meminta maaf dan menghapus postingan itu,” katanya.
Setelah itu, kata dia. Polisi melakukan pencarian selama satu malam, anggota Polres dibantu warga namun tidak membuahkan hasil.
“Hingga pukul 04.30 WIB mereka keluar hutan, belum ketemu. Pada Kamis pagi polisi dibantu sembilan warga kembali melanjutkan pencarian hingga ke hutan di sekitar lokasi. Hingga pukul 13.00 WIB tidak ketemu,” katanya.
Pada Kamis, sekitar pukul 14.00 WIB tim Polsek Mempawah Hulu bersama Forkopincam koordinasi untuk evakuasi mobil pelaku. Karena dirasa tidak aman. Akan ada banyak praduga orang-orang.
“Pihaknya lalu memasang ban mobil dan didorong oleh warga hingga ke depan gang. Sekitar pukul 18.30 WIB mobil naik truk untuk dibawa ke Polres Landak,” ungkapnya.
Hingga saat ini, menurutnya personel Polres Landak masih melakukan pencarian ke dalam hutan. Begitu juga sebagian pemuda di wilayah tersebut. Selain itu, warga juga mengaktifkan ronda malam untuk berjaga di sekitar desa.
“Kerja sama masyarakat sangat tinggi. Jangan sampai ada narkoba masuk ke wilayah kita. Kalau sampai ada masuk, siapa pun orangnya, kalau sudah berurusan dengan narkoba tetap kita bantai,” ucapnya.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada personel Polsek Mempawah Hulu, Polsek Mandor dan Polres Landak. Begitu juga Ketua DAD Kecamatan Sompak dan seluruh masyarakat Desa Pakumbang dan Desa Tapang yang sudah turut serta dalam berupaya menangkap bandar narkoba tersebut.
Menurutnya, sejak Rabu (8/2) warga telah berperan aktif. Baik dalam mencari pelaku dan mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil KB 1120 QZ.
“Sangat terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Pakumbang. Dan juga kepada pihak kepolisian,” tutupnya.(mif) Editor : Syahriani Siregar