Taman Landak berada di Kawasan Industri Mandor. Tepatnya berada di perbatasan antara Desa Mandor dan Desa Kayu Ara di Kecamatan Mandor. Dari pusat kota Ngabang, Kabupaten Landak jarak yang ditempuh sekitar 90 km, atau dua jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.
Sesampainya di taman ini, pengunjung akan disambut dengan dua taman kecil bertuliskan Taman Landak di depannya. Di tiap sudutnya tedapat gazebo kecil yang bisa digunakan masyarakat untuk beristirahat. Di dalamnya terdapat berbagai tanaman bunga dan jembatan berhiaskan warna-warni.
Taman Landak dibuka pada Desember 2021. Jauh sebelum itu, lokasi tersebut menyimpan ceritanya sendiri yang jauh berbeda dari kondisinya sekarang. Pasalnya, taman seluas 14 Hektare tersebut merupakan bekas lahan penambangan emas tanpa izin (PETI).
“Dulu ini merupakan lahan PETI. Setelah mereka tidak beroperasi maka disulap menjadi taman,” ungkap pengelola Taman Landak Nita Yana di Mandor, beberapa waktu lalu.
Lahan yang dulunya adalah hutan, berubah rupa menjadi lubang-lubang dan tumpukan pasir. Mengubah lahan hijau menjadi gersang. Berkat kerja sama Pemerintah Kabupaten Landak dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, lahan gersang tersebut direklamasi.
Nita mengatakan, kini setiap sorenya ada saja warga yang datang bersama keluarga untuk bermain di sekitar taman. Di taman tersebut juga menyediakan aneka permainan, yakni ATV dan motor listrik kecil untuk anak-anak.
Selain itu, terdapat danau kecil yang menjadi kolam renang alami. Airnya terus mengalir. Hingga membuatnya tetap bersih. Taman Landak juga menyediakan kantin bagi warga. Juga, ada beberapa warga sekitar yang menjual aneka jajanan.
“Kolam renang alami. Menjadi spot favorit warga ketika sore. Ada saja yang mandi di sana,” katanya.
Ia mengatakan, pengelolaan taman tersebut dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) dua desa, yakni Desa Kayu Ara dan Mandor. Pihaknya tidak memungut tiket masuk. Warga cukup membayar jasa parkir di wilayah tersebut.
“Dalam satu tahun ini kami masih terus evaluasi. Dari dinas terkait juga intens memberikan masukan,” katanya.
Ia mengharapkan, Taman Landak dapat berkembang menjadi salah satu tempat wisata favorit bagi warga Landak, khususnya di Kecamatan Mandor. Melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, juga lewat inovasi yang dilakukan oleh warga, ia berharap Taman Landak juga dapat meningkatkan ekonomi setempat.
“Dalam beberapa bulan ke depan kami sedang menyiapkan aneka permainan baru dan saung untuk pengunjung. Semoga Taman Landak bisa terus ramai dikunjungi,” tutupnya.(mif) Editor : Miftakhair