NGABANG – Pemerintah Kabupaten Landak menggelar gerakan pangan murah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Desa Serimbu Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Rabu (6/12).
Dalam kegiatan gerakan pangan murah tersebut disediakan sebanyak 600 paket dengan harga per paket sebesar Rp90.000.
Penjabat (Pj) Bupati Landak Samuel, menjelaskan pemerintah menyalurkan sembako murah berupa beras sebanyak 6 ton, gula pasir sebanyak 1 ton, dan minyak goreng sebanyak 1.000 liter.
“Sekarang harga barang sudah mulai naik menjelang Natal dan Tahun Baru, hal ini kalau kita biarkan, nanti menyebabkan kenaikan harga atau inflasi.
Maka dari itu, pemerintah membantu untuk mengurangi beban masyarakat,” ucap Samuel di Air Besar.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat yang telah menyelenggarakan pangan murah di Kabupaten Landak,khususnya di Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Hari ini silakan bapak ibu berbelanja kebutuhan pokok dengan harga yang murah, harga yang sudah di subsidi.
Ini adalah bentuk perhatian dari Pemerintah Provinsi kepada masyarakat Kabupaten Landak untuk membantu penyediaan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” katanya.
Kegiatan tersebut, kata Samuel, akan dilaksanakan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Landak.
Kegiatan ini akan dilaksanakan secara berulang, sehingga masyarakat tidak perlu panik dan khawatir terkait kebutuhan pokok.
“Desa Serimbu ini termasuk daerah yang bagus pertaniannya.
Beberapa waktu yang lalu saya pernah panen padi perdana di sini dan juga bisa menghasilkan beras yang banyak.
Dengan menghasilkan sendiri, berarti bisa memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Samuel.
Selain padi, sambung Samuel, juga tanaman pangan lainnya seperti jagung, cabai, sayur mayur, dan lain sebagainya yang dapat ditanam di lahan yang kosong untuk memenuhi kebutuhan pribadi masing-masing.
“Yang paling bermasalah di sini adalah cabai. Sekarang harga cabai sudah mencapai Rp 100 ribu per kilogram, hal ini juga merupakan penyumbang inflasi, maka dari itu tanam juga di pekarangan rumah,” terang Samuel.
Samuel mengatakan dengan menanam cabai serta sayur mayur lainnya, masyarakat juga membantu pemerintah dalam mengendalikan inflasi.
“Harapan saya, kita bersama-sama berupaya agar tidak mengalami krisis pangan karena sekarang dunia ini sedang tidak aman.
Hal ini juga berpengaruh ke negara kita karena nanti harga barang bisa tinggi. Maka dari itu yang bisa kita produksi, pemerintah nanti akan bantu fasilitasi,” tutup Samuel. (mif)
Editor : A'anSumber : Pontianak Post