NGABANG - Kecamatan Ngabang dikepung banjir pada Minggu (7/1) akibat meluapnya Sungai Landak yang tak mampu menampung debit air, belum lagi curah hujan tinggi di wilayah tersebut membuat banjir semakin tinggi.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Pontianak Post, wilayah terendam banjir yakni pemukiman yang berada di bantaran sungai yang tersebar di Desa Engkadu, Ambarang, Mungguk, Raja, Hilir Tengah dan Hilir Kantor, Amboyo Selatan, Sebirang dan Pak Mayam.
Ribuan rumah warga terendam. Sebagian warga yang memiliki rumah dua lantai memilih menetap. Sementara sebagian lainnya mengungsi. Sebagian warga yang memiliki rumah dua lantai memilih menetap. Sementara sebagian lainnya mengungsi.
Hujan deras pada Sabtu (7/1) malam di Ngabang membuat perumahan warga di Jalan Afandi Rani yang jauh dari Sungai Landak turut terendam banjir bandang. Air mengalir deras dari tempat yang lebih tinggi.
Warga mengatakan, peristiwa banjir bandang tersebut baru pertama kali terjadi.
Adapun wilayah yang tergenang banjir di Desa Raja antara lain Dusun Raja, ketinggian air banjir sekitar 1,2 meter pada dataran terendah rumah warga. Jalan raya juga ikut terendam. Sementara di Dusun Martalaya ketinggian air banjir 50 cm sampai 1 meter. Jalan sudah terendam.
Selanjutnya Dusun Raiy ketinggian air Banjir sekitar 1,5 sampai 2 meter. Jalan utama sekitar 50 cm. Kemudian, Dusun Pesayangan ketinggian air banjir sekitar 1,5 meter. Jalan utama ikut terendam setinggi 50 cm.
Sementara di Desa Mungguk, wilayah terendam banjir yakni Dusun Mungguk ketinggian air banjir 1 meter.
Selanutnya Dusun Selaba dengan ketinggian air banjir sekitar 1,2 - 2 meter pada dataran terendah rumah warga. Jalan utama di Dusun Selaba tergenang air. Akses jalan terputus.
“Warga membuat lanting atau jembatan apung sementara bagi sepeda motor untuk melintas. Sementara kendaraan roda empat masih belum bisa melintas,” ungkap Kapolsek Ngabang AKP Prambudi pada Minggu (7/1).
Selanjutnya di Desa Hilir Tengah banjir merendam Dusun Hilir Tengah II, Ketinggian air banjir sekitar 1 - 1,5 meter. Pada dataran terendah rumah warga, jalan akses rumah warga terendam air sekitar 1,5 - 2 meter.
Di Dusun Pulau Bendu, ketinggian air banjir 50 cm - 1 meter. Sementara jalan utama Ngabang menuju Sanggau ikut terendam sekitar 30 cm.
Di Dusun Keramat Ketinggian air banjir sekitar 50 cm - 1 meter. Jalan akses di dusun terendam. Dusun Sri Bernian ketinggian air Banjir sekitar 30- 100 cm.
Banjir turut merendam sejumlah rumah ibadah dan sekolah. Halaman Pendopo Bupati Landak tak luput dari banjir.
Jalan Ngabang menuju Sanggau pun sempat terputus pada Sabtu (6/1) malam.
Dua jalan utama dari Ngabang terendam. Ketinggian air mencapai 1 meter pada badan jalan. Salah satu jalan raya itu baru bisa dilewati kembali pada Minggu (7/1) pagi.
"Kondisi air dari Sungai Landak semakin tinggi pada Sabtu (6/1) malam hingga Minggu (7/1) pagi. Khususnya wilayah dusun dan kampung yang berada di bantaran Sungai Landak untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang tinggi," ungkap Camat Ngabang Nomensen dihubungi Minggu (7/1).
Pihaknya pun mengimbau warga untuk tak memaksakan diri untuk bertahan di rumah mengingat debit air yang tinggi.
Waspada terhadap aliran listrik yg berada di rumah, dan hati-hati terhadap binatang liar di air.
"Saat ini kita masih menunggu data dari Desa. Terdampak berat, sedang atau ringan. Kita prioritaskan data yang berdampak berat yakni rumah yang sudah terendam," ungkap Camat.
Banjir terparah terjadi di wilayah bantaran sungai. Karya, warga Jalan pasar Lama di Desa Hilir Tengah Karya mengatakan, ketinggian air di dalam rumahnya mencapai dada orang dewasa atau 1,5 meter.
Sementara di jalan kampung mencapai 2 meter. Perabotan rumah hanyut terbawa air di dalam rumah.
Semua barang berharga ia ungsikan ke lantai atas rumahnya. Beberapa warga pun telah memilih untuk mengungsi lantaran listrik yang sudah mati.
“Jam 10 malam air sudah se-dada orang dewasa. Ini banjir terparah,” katanya.
Sebagian warga Desa Raja juga telah mengungsi. Mereka memilih mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terendam banjir. Ketua RT 001 Dusun Raja Muhammad Said mengatakan, banjir semakin naik pada Sabtu (6/1) malam.
Aliran air luapan sungai meningkat cepat. Ditambah cuaca hujan deras.
"Tempat kami mati lampu karena keadaan air tadi malam cukup deras. Hingga naik ke rumah. Siang ini sudah sampai se-dada orang dewasa," ungkap Said.
Akses warga sampai ke Dusun Martalaya terendam banjir. Jalan raya Desa Raja menuju Desa Hilir Tengah terendam hingga 1 meter, atau sepinggang orang dewasa. Menurutnya, sebagian warga sudah ada yang mengungsi, sekitar 10-11 KK yang mengungsi di Dusun Raja.
"Air saat ini masih bertahan. Dari pagi sampai sekarang. Cuaca juga masih mendung, kemungkinan akan turun hujan lagi sore ini. Warga pun masih waspada," jelas Said.
Pemerintah Serahkan Bantuan
Pj Bupati Landak menyerahkan paket bantuan dari Kemensos RI melalui Dinsos Provinsi Kalbar kepada korban banjir di Kecamatan Ngabang, Minggu (7/1).
Sebelum menyerahkan paket bantuan Samuel turun langsung ke lokasi banjir dan posko pengungsian korban banjir Kecamatan Ngabang untuk melakukan pengecekan dan pemantauan.
"Tadi kita sudah melihat langsung kondisi banjir di Desa Raja dan Desa Hilir Tengah, di mana air kita lihat sudah mencapai kurang lebih satu meter da kita memastikan warga yang rumahnya terkena banjir sudah dievakuasi di tempat yang aman," ungkapnya usai memantau banjir.
Setelah melakukan pengecekan dan pemantauan Pj Bupati Landak juga menyerahkan sejumlah paket bantuan secara simbolis dari Kemensos RI melalui Dinsos Provinsi Kalbar berupa makanan siap saji, selimut, kasur, family kit, kid ware, sandang dewasa dan tenda gulung.
Dimana seluruh paket bantuan tersebut akan disebar di seluruh titik banjir di Kabupaten Landak.
Samuel menjelaskan Pemkab Landak telah menyiapkan dua tempat untuk posko pengungsian korban banjir di Kota Ngabang yaitu di Kantor Camat Ngabang dan GOR Indoor Bujakng Nyangko Tungkul.
"Sepanjang pemantauan langsung kondisi warga sampai saat ini masih aman, selain ke posko pengungsian yang sudah disiapkan ada juga warga yang mengungsi ke rumah keluarganya," jelasnya.
Dirinya berharap semua pihak bisa saling bekerjasama untuk menghadapi bencana banjir ini sehingga semua bisa berjalan aman.
"Makanan siap saji sudah kami bagikan sementara untuk warga yang terdampak banjir di Kota Ngabang, kami juga mengimbau warga yang rumahnya sudah terendam cukup dalam agar mau dievakuasi karena ada juga yang masih bertahan di rumah," harap Samuel. (mif)
Editor : Syahriani Siregar