Dua rumah tersebut merupakan milik Ale dan Tabeh. Kedua rumah yang berada dekat dengan Sungai Belantian tak mampu menahan derasnya banjir.
"Dua rumah tersebut rusak parah. Lalu perlahan hanyut dan berpindah dari posisi awalnya," kata Kapolsek Ngabang AKP Prambudi pada Kamis (23/5).
Berdasarkan pengecekan oleh pihak Polsek Ngabang, ia mengatakan banjir di Dusun Tebedak Desa Tebedak membuat 72 rumah terendam. Ketinggian air bervariasi dari 10 cm hingga 1 meter. Banjir juga merendam tiga rumah ibadah di desa tersebut.
Akibat banjir tersebut, warga mulai mengungsi ke rumah keluarga dan tetangga. Warga juga membuat empat posko banjir di rumah warga.
"Berdasarkan hasil pantauan, diperkirakan banjir di Bantaran sungai Belantian di Dusun Tebedak, Desa Tebedak mengalami kenaikan pada Rabu (22/5) sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi air saat ini masih mengalami kenaikan," ungkapnya. (mif)
Editor : Syahriani Siregar