NGABANG – Pemerintah Kabupaten Landak terus melakukan upaya penerapan hidup sehat pada masyarakat, salah satunya dengan Deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Kegiatan ODF kali ini bertempat di Desa Anik, Kecamatan Menyuke, Selasa (3/9).
Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Landak, Yonas; Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak; serta Forkominda.
Pada kesempatan itu, Asisten I Kesra Setda Landak, Yonas, mengatakan bahwa program ODF ini merupakan salah satu inisiatif penting dalam meningkatkan sanitasi dan kesehatan masyarakat di Desa Anik Dingir.
“Deklarasi ODF membawa berbagai manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, seperti menurunkan angka penyakit seperti diare, penyakit kulit, cacingan, serta meningkatkan kualitas hidup lingkungan yang bersih dan sehat, memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat Desa Anik Dingir,” ujar Yonas.
Yonas menjelaskan bahwa peningkatan kesadaran sanitasi membuat masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya sanitasi dan kebersihan, yang dapat berkelanjutan dalam jangka panjang.
“Deklarasi ODF atau stop buang air besar sembarangan ini merupakan pencapaian yang patut kita syukuri bersama karena mencerminkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat Desa Anik Dingir dalam membangun lingkungan yang bersih dan sehat,” jelas Yonas.
Yonas menambahkan bahwa kebersihan lingkungan bukanlah tanggung jawab satu pihak, melainkan tugas bersama kita semua. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga dan merawat prestasi ini.
“Mari kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya sanitasi yang baik, bukan hanya sebagai kebutuhan fisik tetapi juga sebagai investasi dalam kesehatan dan kesejahteraan kita bersama,” ajak Yonas.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Landak, Subanri, melaporkan bahwa dari 156 desa di Kabupaten Landak, baru 12 desa yang sudah ODF, artinya baru 6,7 persen.
Di Kecamatan Menyuke, dari 16 desa, baru 2 desa yang sudah ODF, yaitu Desa Anik Dingir dan Desa Bagak, artinya baru 12,5 persen, yang masih tergolong sangat kecil.
“ODF ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Saya menyarankan kepada kepala desa untuk terintegrasi dengan pihak camat dan puskesmas dalam program upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat,” pinta Subanri. (arf)
Editor : A'an