NGABANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Landak menggelar Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bapati Landak tahun 2024, di aula besar kantor Bupati Landak, Senin (23/9).
Pada rapat pleno cabut nomor urut tersebut, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Karolin Margret Natasa-Erani mendapatkan nomor urut 1, sedangkan Heri Saman-Vinsensius mendapatkan nomor urut 2.
Ketua KPU Kabupaten Landak, Listanto mengatakan, sebelum menggelar rapat pleno Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon, KPU telah menetapkan pasangan bakal Bupati dan Wakil Bupati Landak Karolin Margret Natasa-Erani dan Pasangan Heri Saman-Vinsensius, menjadi pasangan calon bupati dan wakil bupati Landak, pada rapat pleno penetapan yang diselenggarakan pada tanggal 22 September 2024.
“Sebagaimana tahapan pilkada dan Peraturan KPU, KPU telah menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati, Karolin Margret Natasa-Erani dan Pasangan Heri Saman-Vinsensius,” kata Listanto.
Usai melakukan ncabut undi, masing-masing pasangan calon diberi kesempatan sambutan di depan pendukungnya.
Pada kesempatan itu, pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1, Karolin Margret Natasa-Erani menyatakan terima kasih kepada partai pengusung dan pendukung yang telah mengantarkannya dalam kontestasi pemilihan kepala daerah di Kabupaten Landak tahun 2024.
“Terima kasih kepada para partai pengusung dan pendukung, untuk menjalankan demokrasi pada Pilkada di Kabupaten Landak,” kata Karolin.
Sementara itu, Erani menegaskan bahwa Kabupaten Landak adalah milik bersama. Pihaknya berkomitmen untuk mewujudkan Kabupaten Landak hebat.
Sedangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2 Heri Saman dan Vinsensius mengatakan, terima kasih kepada Tuhan atas rahmadnya, karena telah diberi kesempatan untuk melaksanakan tugas sebagai anak bangsa.
“Di sini tercatat dalam Sejarah bahwa proses demokrasi berjalan dengan baik,” kata dia. Tidak lupa, Heri Sama juga mengucapkan terima kasih kepada partai pengusungnya.
“Mari kita laksanakan Pilkada dengan damai. Perbedaan pilihan, perbedaan warna itu biasa. Yang paling penting adalah kita bisa tunjukan bahwa proses demokrasi dengan baik. Yang jelas kita punya tekat membangun kabupaten Landak yang lebih baik. Menang atau kalah, itu urusan Tuhan,” pungkasnya. (arf)
Editor : A'an