NGABANG – Untuk memastikan ketersediaan pangan dan kestabilan harga bahan pokok di Kabupaten Landak menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pj Bupati Landak, Gutmen Nainggolan, bersama Satgas Pangan melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah kios di Pasar Rakyat Ngabang pada Rabu (18/12). Beberapa kios yang disidak antara lain kios ayam potong, kios ikan, kios daging babi, kios sayur mayur, kios beras, serta agen gas LPG 3 kilogram.
Dalam kesempatan tersebut, Gutmen Nainggolan menjelaskan bahwa tujuan dari sidak pasar ini adalah untuk memastikan ketersediaan sembako dan stabilitas harga di pasaran, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
"Pada bulan November lalu, kami juga telah melakukan sidak pasar untuk memastikan stok sembako tersedia, mengingat pada waktu itu ada sekitar 3.000 peserta MTQ, dan hari ini kami kembali melaksanakan sidak untuk menyambut Natal dan Tahun Baru," ungkapnya.
Dari hasil sidak, ditemukan bahwa beberapa komoditas mengalami kenaikan harga yang signifikan, di antaranya bawang merah, bawang putih, dan cabai. Kenaikan harga ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kondisi iklim dan asal stok yang bukan dari Kabupaten Landak, melainkan dari daerah lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Meskipun demikian, Gutmen memastikan bahwa stok komoditas lainnya, seperti daging babi dan ayam, sangat tersedia, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan melakukan panic buying. "Meski ada kenaikan harga pada beberapa komoditas, harga tersebut masih dalam batas wajar. Kami pastikan bahwa semua stok akan tersedia hingga Januari 2025 mendatang," tutupnya.
Sebelumnya, Pemda Landak melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan juga telah melaksanakan operasi pasar murah di beberapa titik, salah satunya di depan Gereja Katolik St. Stephanus, Desa Sidas, Kecamatan Sengah Temila, pada Selasa (10/12).
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Landak, Rosalia Elisabet, mengatakan pihaknya menyiapkan 1.000 paket bahan pokok di setiap operasi pasar. Setiap paket berisi beras 5 kg, tepung terigu, minyak goreng, gula pasir, dan mentega.
"Operasi pasar murah ini kami lakukan untuk membantu meringankan beban pengeluaran ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Kami berharap ini dapat membantu masyarakat, terutama yang membutuhkan," ujar Rosalia.
Harga bahan pokok yang dijual dalam operasi pasar ini lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Sebagai contoh, beras kemasan 5 kg dijual dengan harga Rp 60.000 per kilogram, sementara harga di pasaran berkisar antara Rp 75.000 hingga Rp 85.000 per kilogram tergantung merek.
Operasi pasar ini difokuskan di beberapa titik, dengan prioritas target umat Kristiani mengingat mendekati Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
"Kami berharap dengan adanya operasi pasar ini, masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka," imbuh Rosalia. (arf)
Editor : A'an