Penanaman tahap pertama dijadwalkan mencakup 110 Ha pada Januari, dilanjutkan dengan 220 hektare di Februari, dan berlanjut hingga Juli. Siswo menegaskan bahwa komitmen ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Kombes Pol Bowo Gede Imantio, Ketua Tim Asistensi Gugus Tugas Polda Kalbar, menambahkan bahwa program swasembada pangan juga dimaksudkan untuk mengedukasi petani mengenai potensi besar komoditas jagung. "Kami mendorong para petani dan penyuluh pertanian di Kabupaten Landak untuk memastikan jagung yang ditanam tumbuh optimal dan mencapai hasil yang diharapkan," katanya.
Tim asistensi sebelumnya telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan lokasi penanaman. Bowo menekankan pentingnya pengelolaan yang efektif dengan pemetaan kelompok tani di setiap kecamatan serta identifikasi kendala lapangan guna menemukan solusi yang berfokus pada hasil. "Hasil kerja akan menjadi tolok ukur kesuksesan. Oleh karena itu, koordinasi dengan Dinas Pertanian, Perkebunan, dan perusahaan perkebunan harus terus diperkuat agar pelaksanaan program ini berjalan maksimal," tegas Bowo.
Kegiatan ini menegaskan komitmen sinergis antara Polres Landak dan berbagai instansi dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan memperkuat sektor pertanian lokal. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan program penanaman jagung serentak dapat memberikan hasil yang optimal serta manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Landak. (arf)
Editor : A'an