Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Waspada Banjir Susulan, Dinkes Landak Turunkan Tim Kesehatan

A'an • Selasa, 28 Januari 2025 | 09:25 WIB

 

POSKO PENGUNGSIAN: Kondisi warga yang terdampak banjir saat berada di posko pengungsian di Kecamatan Ngabang.
POSKO PENGUNGSIAN: Kondisi warga yang terdampak banjir saat berada di posko pengungsian di Kecamatan Ngabang.

 

PONTIANAK POST - Banjir yang merendam sebagian wilayah Kabupaten Landak, surut hingga lebih dari satu meter. Warga di wilayah hilir Sungai Landak, diimbau tetap waspada mengantisipasi banjir kiriman. Beberapa kecamatan yang sempat tergenang banjir, seperti Kecamatan Menyuke, Kecamatan Ngabang, kini mulai surut, baik badan jalan utama maupun kawasan permukiman dan pertokoan.

Di Kecamatan Ngabang,  misalnya, kawasan Jalan Jembatan Baru dan Jembatan Lama, yang sudah bisa dilalui kendaraan roda dua setelah sehari sebelumnya hampir lumpuh total. Sementara jalan menuju Desa Raja juga hanya menyisakan genangan air antara 30 hingga 60 sentimeter.

Pertokoan yang sebelumnya sempat tutup setidaknya empat hari, juga sebagian besar mulai buka. Kendati debit air mengalami penurunan, namun, ada sejumlah warga yang masih bertahan di posko pengungsian. Salah satunya di kantor Camat Ngabang. Hingga Senin (27/01/2025), pagi, tercatat mencapai 91 orang dari 36 kepala keluarga (KK).

Salah seorang pengungsi asal Dusun Tanjung, Desa Hilir Kantor, Suratmi, mengaku masih harus menunggu air benar-benar surut untuk kembali pulang, sebab permukiman di pinggiran sungai tersebut masih terendam cukup tinggi.

Sementara itu, Pj Bupati Landak Gutmen Nainggolan, memastikan pemerintah tetap siaga menangani banjir kiriman ke wilayah hilir. Saat ini, kata Gutmen, pihaknya telah menerima dan menyalurkan bantuan logistik, baik makanan dan obat-obatan kepada warga yang terdampak.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan pendataan dan mitigasi penanganan pascabanjir, termasuk penanganan dampak kesehatan yang berpotensi menyerang warga.

Turunkan Tim Kesehatan

Dinas Kesehatan Kabupaten Landak menurunkan tim kesehatan untuk melakukan mitigasi terhadap kebutuhan korban bencana banjir yang membutuhkan layanan kesehatan di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Senin (27/01/2025).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Landak Pius Edwin mengatakan, tim yang diturunkan sebanyak 4 tim yang dibagi menjadi dua wilayah,  di antaranya melakukan pelayanan diwilayah hulu dan wilayah hilir sungai.

“Tugas kami melakukan mitigasi, dan investigasi terhadap kebutuhan masyarakat dan juga memberikan layanan jika masyarakat ada yang memerlukan layanan, tentunya data ini akan kami laporkan ke Dinas Provinsi Kalimantan Barat untuk bisa ditindaklanjuti,” jelas Pius Edwin.

Dikatakan Pius, berdasarkan mitigasi, ada beberapa penyakit yang dikeluhkan para korban terdampak bencana banjir,  antaranya batuk, filek, demam dan gatal-gatal. Karena itu, dirinya mengimbau kepada warga untuk tetap menjaga kesehatan dan mengikuti arahan dari pemerintah.

“Karena dengan kondisi banjir, sanitasi mungkin juga tidak memadai kemungkinan bisa diare dan lain sebagainya pasti akan terjadi jadi itu yang perlu dijaga,” sambung Pius.

Selanjutnya, Pius juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak bermain air pada saat banjir, mengingat air banjir berpotensi dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.

“Orang banyak senang-senang dengan melihat banjir ini, tapi lupa kondisi banjir ini bisa membahayakan, jadi tingkat kontaminasinya ini yang akan kami lakukan mitigasinya jadi apa yang jadi keluhan masyarakat dilapangan itu yang akan kita catat sebagai tindak lanjutnya,” pungkasnya. (arf)

Editor : A'an
#landak #banjir