PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Landak kembali menerima bantuan dana dan prasarana percepatan penanggulangan bencana banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor (Bantingsor) dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Darurat Bencana yang berlangsung di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (30/1).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) serta Kepala BNPB RI ini juga dihadiri oleh Pj Gubernur Kalbar, Pangdam XII Tanjungpura, Kapolda Kalbar, jajaran Forkopimda Kalbar, serta kepala daerah penerima bantuan.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Landak menerima bantuan berupa; dana siap pakai sebesar Rp200 juta , 1 unit perahu karet beserta mesinnya, 150 paket sembako, 150 helai selimut, 150 bungkus makanan siap saji, dan 1 unit pompa air.
Pj Bupati Landak, Gutmen Nainggolan, mengucapkan terima kasih kepada BNPB RI atas bantuan yang diberikan untuk mempercepat penanganan bencana di Kabupaten Landak. “Kami sangat berterima kasih kepada BNPB RI atas bantuan ini. Kami berharap agar bantuan ini dapat segera didistribusikan sehingga bencana dapat segera tertangani,” ujarnya.
Ia juga berharap masyarakat yang masih terdampak banjir tetap dalam kondisi aman dan sehat hingga situasi kembali normal. “Kami berharap seluruh masyarakat yang terdampak tetap aman dan sehat hingga bencana ini berlalu,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi intensitas hujan di Kalbar. Bahan semai yang digunakan dalam OMC ini adalah natrium klorida (NaCl) atau garam, yang disebarkan ke dalam awan menggunakan pesawat BNPB.
“Laporan yang saya terima, ada enam kabupaten yang terdampak banjir. Oleh karena itu, atas arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menko PMK, saya ditugaskan untuk memimpin langsung pengendalian penanganan banjir di Kalbar,” jelasnya.
Menurut Suharyanto, OMC sudah mulai dilakukan sejak 29 Januari 2025, bekerja sama dengan BMKG dan mendapat dukungan penuh dari Lanud Supadio. “Kemarin sudah dilakukan satu kali sorti, dan hasilnya sudah mulai terlihat. Prediksi BMKG menunjukkan puncak hujan terjadi pada 29 dan 30 Januari. Hari ini kami akan melaksanakan OMC sebanyak mungkin, setidaknya tiga sorti. Saya melihat bahan semai sudah lengkap, tinggal diterbangkan,” ungkapnya.
Ia berharap dengan upaya ini, sumber hujan dapat dikurangi, sehingga tim di lapangan dapat fokus pada pemompaan air yang menggenangi pemukiman warga. “Kami ingin memastikan bahwa air yang sudah menggenang bisa dipompa keluar. Setelah itu, fokus selanjutnya adalah menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak,” tambahnya seraya menjelaskan bahwa dalam operasi ini, BNPB, BMKG, serta para ahli bekerja sama untuk menentukan lokasi penyebaran bahan semai agar hujan dapat dialihkan ke tempat lain yang lebih aman.
Suharyanto menyampaikan bahwa sejak OMC dilakukan, curah hujan di beberapa wilayah sudah mulai berkurang. Bahkan, di Mempawah, yang sebelumnya mengalami genangan hingga ke Kantor Bupati, kini air telah mulai surut.
“Kondisi banjir di Kalbar ini juga diperparah dengan fenomena rob. Air sungai yang meluap tidak langsung bisa mengalir ke laut karena pasang, sehingga tertahan di daratan. Jika ditambah hujan lebat, banjir bisa semakin parah,” jelasnya. Dengan langkah-langkah yang telah diambil, diharapkan situasi bencana di Kalimantan Barat dapat segera membaik. (arf)
Editor : Miftahul Khair