PONTIANAK POST – Produksi sampah di wilayah Ngabang, Kabupaten Landak, terus meningkat, mencapai sekitar 20 ton per hari. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Landak mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik, yang menjadi penyumbang terbesar sampah dan sulit terurai. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Landak, Banda Kolaga, mengatakan bahwa volume sampah harian di Ngabang mengalami kenaikan signifikan.
Mayoritas sampah yang dihasilkan berasal dari limbah plastik. "Setiap hari, produksi sampah di Ngabang hampir mencapai 20 ton, dan plastik menjadi penyumbang terbesar. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat, termasuk pelaku usaha, untuk mengurangi penggunaan plastik," ujar Banda.
Dinas Lingkungan Hidup memastikan bahwa pengelolaan sampah di wilayah perkotaan Ngabang telah dilakukan sesuai regulasi. Prosesnya dimulai dari pengangkutan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) hingga ke tempat pembuangan akhir (TPA), yang kemudian diolah dengan metode landfill—yaitu menimbun dan memadatkan sampah menggunakan lapisan tanah.
Banda juga mengimbau masyarakat untuk lebih tertib dalam membuang sampah, terutama dengan tidak membuang material yang bukan sampah rumah tangga di TPS. Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan di sekitar TPS dan selalu memasukkannya ke tempat yang telah disediakan.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Landak turut hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah 2024 yang digelar di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta. Rakor bertema "Aksi Kolaborasi Nasional Penuntasan Pengelolaan Sampah" ini dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. (arf)
Editor : A'an