PONTIANAK POST — Masyarakat adat Dayak Balangin di Dusun Engkalong, Desa Nyayum, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, menggelar ritual Baremah Bapuar dalam rangka menyambut tahun baru padi, Sabtu (8/3).
Ritual Baremah Bapuar merupakan tradisi tahunan yang dilakukan sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil panen padi serta sebagai sarana membuang sial. Tradisi ini biasanya dilaksanakan setiap bulan Maret, bertepatan dengan awal masa panen padi.
Sejak pagi, rangkaian ritual dimulai dengan doa adat di lokasi keramat Panyugu Ijak Panggung. Kemudian, pada sore hari sekitar pukul tiga, masyarakat melanjutkan prosesi dengan pawai keliling kampung. Dalam pawai ini, warga memikul tandu berbentuk sampan yang diiringi alunan gong dan gendang.
Pawai tersebut semakin semarak dengan keikutsertaan anak-anak muda yang menari dan bersorak sepanjang perjalanan. Warga yang rumahnya dilewati pawai akan menyerahkan beberapa benda untuk disimpan dalam sampan yang ditandu. Sesekali, pawai berhenti untuk mengumpulkan barang-barang tersebut, sementara para peserta menampilkan pertunjukan Kuntau atau Silat khas Dayak.
Panyangahatn atau imam doa adat yang juga pemangku warisan budaya, Ayeb, menjelaskan bahwa ritual Baremah Bapuar telah dilakukan secara turun-temurun sejak zaman nenek moyang. "Tradisi ini adalah bentuk syukur atas hasil panen padi, agar beras yang dikonsumsi dapat memberikan kesehatan serta mendatangkan rezeki yang melimpah," ujarnya.
Dalam prosesi pawai, warga mengumpulkan berbagai barang ke dalam sampan, seperti bambu bekas kulit lemang, tangkai padi yang tidak berisi, kulit buah, beras, anak ayam, serta beberapa perlengkapan adat seperti tumpi dan poe. Barang-barang ini melambangkan hal-hal buruk dan roh jahat yang harus dibuang.
"Semua hal yang dianggap tidak baik, tidak enak, kita hanyutkan ke sungai. Inilah inti dari ritual adat ini," tambah Ayeb. Sebagai penutup rangkaian ritual, sampan yang telah berisi barang-barang tersebut kemudian dihanyutkan ke aliran sungai, melambangkan pembuangan kesialan dan penyucian diri masyarakat. (arf)
Editor : A'an