Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

PT PBL Ngabang Bayar Kompensasi Adat dan Bangun Sarana Air Bersih Terkait Kebocoran Limbah di Tiga Desa

Arief Nugroho • Rabu, 16 April 2025 | 13:02 WIB
BAGIKAN MASKER: Polisi membagikan masker kepada pengendara sepeda yang melintas di Menyuke, Senin (19/4). ISTIMEWA
BAGIKAN MASKER: Polisi membagikan masker kepada pengendara sepeda yang melintas di Menyuke, Senin (19/4). ISTIMEWA

PONTIANAK POST – Menindaklanjuti insiden kebocoran limbah pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Palma Bumi Lestari (PBL) yang mencemari aliran sungai, pihak perusahaan memberikan kompensasi berupa rehabilitasi sungai dan penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Humas PT PBL, Nikodemus, mengungkapkan bahwa perusahaan telah memenuhi kompensasi yang disepakati bersama perwakilan masyarakat dari tiga wilayah adat, yakni Binua Belantian Hilir, Binua Selibong, dan Binua Pantu Seratus.

Kompensasi tersebut berupa pembayaran adat sebesar Rp125.850.000 yang telah dibayarkan pada 27 Maret 2023 sebagai bagian dari penyelesaian secara adat. Selain itu, PT PBL juga telah menyalurkan dana sebesar Rp75 juta untuk pembangunan sarana air bersih di tiga desa yang terdampak. Dana tersebut diserahkan langsung ke masing-masing desa pada 7 Maret 2024.

“Kami menyerahkan dana untuk pembangunan sumur bor, masing-masing satu unit per desa dengan nilai Rp25 juta. Bukti kwitansi dan dokumentasi penyerahan masih kami simpan,” kata Nikodemus.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PT PBL tetap berkomitmen untuk melanjutkan bantuan air bersih di tahun 2025 di desa yang sama, yakni Desa Sekais, Desa Nyiin, dan Desa Tebedak. “Tahun ini, kami akan kembali merealisasikan bantuan sumur bor tambahan di tiga desa tersebut. Kami berharap bantuan sebelumnya telah bermanfaat dan bantuan berikutnya akan semakin memperkuat akses masyarakat terhadap air bersih,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa perusahaan akan segera berkoordinasi dengan kepala desa di tiga wilayah tersebut guna menindaklanjuti rencana tersebut. “Kami ingin proyek sumur bor ini juga menyerap tenaga kerja lokal agar manfaatnya lebih luas,” imbuhnya.

Nikodemus menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini juga merupakan bentuk klarifikasi atas sejumlah pemberitaan yang dinilai tidak berdasar dan tidak disertai konfirmasi ke pihak perusahaan. “Kami terbuka dan terus berkomitmen membantu masyarakat, serta menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar,” tutupnya. (arf)

Editor : Hanif
#insiden #aliran sungai #pabrik kelapa sawit #pbl #kebocoran limbah