PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Landak melakukan penanaman perdana jagung di atas lahan 20 hektare milik PTPN IV, Dusun Tenggalong, Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, Kamis (22/5). Penanaman jagung ini merupakan upaya mendukung program ketahanan swasembada pangan nasional. Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menekankan pentingnya ketahanan pangan daerah sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional, baik pada komoditas padi maupun jagung.
“Pertanian sangat strategis, terutama untuk ketahanan pangan yang berkaitan dengan kedaulatan suatu bangsa. Makanya, kita di Kalimantan dengan tanah yang ada ini harus memanfaatkan semaksimal mungkin. Saya bersama seluruh jajaran pemerintah akan terus berupaya mendorong, karena memang kita perlu terus mendukung bidang pertanian untuk kedaulatan pangan,” ujarnya.
Sejak menjadi Bupati Landak pada periode pertama, Karolin mendorong petani menanam jagung karena melihat masih tingginya nilai impor jagung. “Pada 2017 saat awal menjabat, produksi kita baru lima ribu ton per tahun. Karena ada juga program peremajaan sawit rakyat di Kecamatan Ngabang, untuk menambah penghasilan petani kami perkenalkan jagung. Ada pro dan kontra, tapi pada akhir masa jabatan kami di 2022, produksi sudah mencapai 54 ribu ton per tahun,” kata Karolin.
Karolin juga menekankan pentingnya memperhatikan pertanian dari hilir hingga hulu, mulai dari masa tanam hingga pemasaran. Untuk itu, subsidi harus tepat sasaran karena menurutnya berat menjadi petani tanpa dukungan subsidi. Ia juga meminta para petani agar tetap bersemangat menanam walaupun menghadapi berbagai tantangan.
Saat ini, ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pemerintah, terutama Presiden RI, sebagai persiapan menghadapi potensi krisis pangan dunia. Bahkan, semua pihak termasuk Polda Kalbar telah menginisiasi mendatangkan investor yang membangun pabrik jagung di Kabupaten Bengkayang. “Sehingga petani tidak perlu khawatir kemana jagungnya akan dijual,” tambahnya.
Terkait lahan jagung baru seluas 20 hektare yang ditanam, Karolin menyampaikan bahwa ini merupakan lahan demplot yang akan menjadi percontohan bagi para petani. Karolin meminta penanggung jawab lahan untuk terus memantau perkembangan tanaman jagung yang akan menggunakan perawatan sesuai SOP Kepolisian. “Kita lihat apakah jagung cocok ditanam di sini. Karena demplot pada dasarnya adalah penerapan sesuatu yang baru. Jika hasilnya baik dan cocok, lahan ini bisa dijadikan tempat belajar bagi petani lain,” ujarnya.
Karolin berharap produktivitas jagung bisa mencapai enam hingga tujuh ton per hektare dengan upaya-upaya yang dilakukan. Penanaman jagung perdana ini juga dihadiri Sesditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Ahmad Musyafak, yang juga merupakan Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kalbar.
Kegiatan diikuti pula oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar, Florentinus Anum, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kalbar, Kepala Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Pontianak, serta jajaran forkopimda seperti Wakil Ketua DPRD Landak, Ezra Geovani, Kapolres, Dandim 1210/Landak, Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Pengadilan, para kepala OPD, Manajer PTPN IV Ngabang, Kepala BPS Landak, jajaran forkopincam, hingga para kelompok tani.
Sesditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Ahmad Musyafak, menyebutkan bahwa dengan potensi dan capaian luas tambah tanam yang ada saat ini, Kabupaten Landak bisa menjadi sentra baru penghasil jagung yang tinggi meskipun saat ini masih menduduki peringkat kedua setelah Kabupaten Bengkayang.
“Kita berharap Landak menjadi sentra produksi jagung baru di Kalbar. Saat ini yang sangat besar adalah Bengkayang, terutama daerah Sanggau Ledo, Seluas, dan sekitarnya, yang menyumbang sekitar 70 persen kebutuhan Kalbar. Sementara Landak hampir 15 persen,” jelasnya.
Pemanfaatan lahan dengan menanam jagung di antara tanaman sawit atau sistem tumpang sari seperti yang dilakukan di lahan PTPN IV Landak ini menurutnya memiliki potensi besar. “Mau dikembangkan sampai 30 ribu hektare pun bisa, tinggal perlu dukungan program,” tambah Ahmad. Ia optimistis Kabupaten Landak akan terus meningkatkan produksi jagung hingga mampu mendukung kebutuhan Kalimantan Barat hingga 25 persen atau lebih. (arf)
Editor : Hanif