PONTIANAK POST - Bupati Landak Karolin Margret Natasa optimis menjadikan Kabupaten Landak sebagai daerah dengan swasembada pangan. Hal itu dilihat dari capaian dan kontribusi luas tambah tanam (TTL) yang terus meningkat dan melebih target nasional, terutama pada triwulan II tahun 2025.
Data dari Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) Pontianak mencatat, pada April 2025 LTT padi di Landak mencapai 3.030 hektare, jauh di atas target 2.000 hektare. Tren positif ini berlanjut pada Mei dengan realisasi LTT mencapai 12.202 hektare dari target 7.992 hektare. Sementara pada Juni, capaian LTT kembali melebihi target dengan luas mencapai 11.053,1 hektare dari target yang sama sebesar 7.992 hektare.
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyampaikan optimismenya terhadap capaian ini. Menurutnya, kontribusi Kabupaten Landak dalam program ketahanan dan swasembada pangan nasional semakin nyata seiring meningkatnya luas tanam padi.
“Kami terus mendorong para petani untuk memanfaatkan lahan yang ada secara optimal agar LTT terus meningkat,” ujar Bupati Karolin.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah juga tengah melakukan pemetaan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi pertumbuhan hingga masa panen padi mendatang.
“Kesiapan menghadapi perubahan cuaca menjadi penting agar hasil panen tetap optimal dan tidak terganggu,” tambahnya.
Langkah strategis yang dilakukan Pemkab Landak ini diharapkan menjadi contoh positif bagi daerah lain dalam mendukung upaya nasional mewujudkan kemandirian pangan.
Luas Tambah Tanam bulan Juni 2025 mencapai 11.053,1 Ha (138,3%) dari target pusat bulan Juni 7.992 Ha.
LTT Reguler 10.946,1 Ha LTT Oplah Mei-Juni Tahun 2025 2.000 Ha Oplah sudah tercapai IP 200. (arf)
Editor : Miftahul Khair