PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Landak terus berupaya menurunkan angka stunting dengan mendorong kebiasaan makan ikan sejak dini. Langkah ini ditempuh melalui sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), yang digelar di SDN 01 Ngabang, Rabu (23/7). Wakil Bupati Landak, Erani, mengungkapkan bahwa angka konsumsi ikan (AKI) di Landak masih tergolong rendah, yakni 44,09 kilogram per kapita per tahun. Angka ini jauh di bawah target nasional sebesar 62,5 kilogram per kapita per tahun.
“Kebiasaan makan ikan harus dimulai sejak dini. Ikan penting untuk menunjang tumbuh kembang anak, sekaligus sebagai langkah nyata mencegah stunting,” ujar Erani, yang hadir langsung dalam kegiatan sosialisasi.
Meski demikian, ia menyampaikan kabar baik bahwa angka stunting di Landak mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, prevalensi stunting di Landak turun dari 19,0 persen pada 2023 menjadi 15,1 persen pada 2024. “Dengan kerja sama semua pihak, kami optimis angka stunting bisa terus ditekan hingga mencapai target nasional sebesar 14 persen pada tahun 2025,” tambahnya.
Kegiatan yang melibatkan Tim Penggerak PKK dan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) ini disambut antusias para siswa. Anak-anak diajak mengenal manfaat ikan serta pentingnya menjadikannya bagian dari pola makan harian.
Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Ketua Umum Forikan Kalbar, Erlina Ria Norsan, juga hadir dalam kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam membiasakan anak-anak mengonsumsi ikan. “Konsumsi ikan sangat penting untuk mendukung kesehatan dan kecerdasan anak. Orang tua harus kreatif mengolah ikan menjadi menu yang menarik agar disukai anak-anak,” ujar Erlina. Gerakan ini diharapkan terus melibatkan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan generasi Landak yang sehat, kuat, dan cerdas. (arf)
Editor : Hanif