Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Panen Perdana Jagung Hibrida di Ngarak-Landak Capai 2 Ton Meski Lahan Tidak Ideal

Arief Nugroho • Kamis, 7 Agustus 2025 | 11:57 WIB
PANEN : Warga Dusun Ngarak, Desa Ngarak, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, saat melakukan panen perdana tanaman jagung hibrida.
PANEN : Warga Dusun Ngarak, Desa Ngarak, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, saat melakukan panen perdana tanaman jagung hibrida.

PONTIANAK POST - Warga Dusun Ngarak, Desa Ngarak, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, melakukan panen perdana tanaman jagung hibrida, Rabu (6/8). Kegiatan itu menjadi bentuk semangat warga desa dalam mengembangkan sektor pertanian, meskipun kondisi tanah yang tidak ideal menjadi tantangan utama.

Panen perdana tersebut dihadiri Kapolsek Mandor IPTU Yulianus van Chanel, Kepala BPP Mandor Haerudin, SP, Kepala Desa Ngarak Ramsiah, BA Penggerak Desa Ngarak Briptu Y. Alola, PPL Desa Ngarak Adi Ma'ruf, pemilik lahan Petrus, anggota Polsek Mandor, serta sekitar enam orang pekerja yang terlibat langsung dalam kegiatan pertanian tersebut.

Lahan seluas 1,5 hektare yang ditanami jagung hibrida menjadi pusat kegiatan panen. Dari luas tersebut, 1 hektare telah dipanen dengan hasil kurang lebih 1.300 kg. Sisanya, sekitar 0,5 hektare, direncanakan akan dipanen pada Kamis (7/8), dengan total perkiraan hasil panen mencapai 2.000 kg.

Kapolsek Mandor IPTU Yulianus van Chanel, menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Mandor.

"Kami sangat mengapresiasi semangat warga Desa Ngarak yang terus berinovasi dan berusaha dalam bidang pertanian meskipun menghadapi kendala pada kondisi lahan. Kehadiran kami di sini sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan positif masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPP Mandor, Haerudin, SP menuturkan bahwa hasil panen kali ini memang belum maksimal karena faktor kondisi tanah.

“Tanah di lokasi ini tergolong hitam berpasir, kuning, dan berbatu. Ini sangat memengaruhi pertumbuhan tanaman jagung sehingga hasilnya belum bisa optimal. Namun dengan pengolahan lahan yang lebih baik dan penggunaan teknologi pertanian yang tepat, kami yakin ke depannya hasil panen bisa lebih baik," ungkap Haerudin. (arf)

Editor : Hanif
#polsek mandor #petani jagung #landak #sektor pertanian #panen perdana #jagung hibrida #mandor